Politik

Soroti Kecelakaan KM Virgo Transport 8, DPD PDIP Jatim Dukung Pos Bakamla di Masalembu

Jakarta, Maret.id — Pencarian korban kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembu, Sumenep, Jawa Timur, masih mendapatkan perhatian luas dari berbagai pihak.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, Darul Hasyim Fath, mendorong pembangunan Pos Badan Keamanan Laut (Bakamla) untuk mencegah kecelakaan serta mempercepat penanganan insiden yang terjadi.

Ia menekankan pentingnya keberadaan pos Bakamla di perairan tempat arus laut Pulau Jawa dan Kalimantan bertemu. “Perairan laut Masalembu adalah pertemuan arus laut Pulau Jawa dan Kalimantan, sehingga perlu dibangun pos Bakamla,” tuturnya di Sumenep.

Darul menilai bahwa pos Bakamla dapat memperkuat pemantauan terhadap kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran. Pemantauan lalu lintas kapal secara rutin akan menjadi langkah preventif untuk menghindari kecelakaan.

“Bakamla dapat mendukung operasi pencarian dan pertolongan,” tambahnya. Ia menjelaskan bahwa informasi awal mengenai insiden akan diterima lebih cepat, membantu unsur SAR dalam menentukan langkah penanganan.

Darul juga menegaskan bahwa pembangunan pos Bakamla lebih strategis daripada hanya mendirikan pos pencarian dan pertolongan. “Pos Bakamla lebih tepat dibanding pembangunan pos SAR. Karena pos SAR hanya fokus pada penyelamatan,” sambungnya.

Ia mencatat bahwa selain menangani insiden laka laut, pos Bakamla dapat memperkuat patroli di jalur laut antara Jawa dan Kalimantan. “Pengawasan rutin diperlukan untuk mengantisipasi aktivitas kapal yang membahayakan nelayan dan merusak ekosistem laut,” jelasnya.

Nelayan di Masalembu selama ini mengeluhkan penggunaan alat tangkap berbahaya oleh kapal-kapal tertentu. “Kehadiran personel Bakamla diharapkan dapat meningkatkan pengawasan sekaligus mengurangi aktivitas tersebut,” tegas Darul.

Penempatan personel Bakamla di wilayah Masalembu juga akan memungkinkan respons cepat terhadap insiden. Darul menyatakan bahwa petugas dapat memantau situasi dan membantu koordinasi dengan SAR.

Sebelumnya, para nelayan Masalembu telah mengajukan permohonan pembangunan Pos Bakamla kepada pemerintah kabupaten. “Namun sampai saat ini, belum ada perkembangan mengenai permohonan tersebut,” imbuhnya.

“Nelayan pernah bersurat agar dibangun pos Bakamla. Tapi hingga sekarang belum tahu sejauh mana realisasi permohonan itu,” pungkas Darul.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button