Politik

Karhutla Gunung Botak Belum Padam, Wabup Ngawi Prioritaskan Warga

Jakarta, Maret.id — Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Botak, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, masih berlangsung dan belum sepenuhnya padam. Meskipun titik api mulai berkurang, upaya penanganan terus dilakukan untuk mencegah penyebaran api ke permukiman warga.

Kebakaran pertama kali terdeteksi di hutan Desa Kuniran pada Minggu sore, 27 September 2026, dan kemudian menjalar ke kawasan hutan di Desa Sumbersari. Kawasan yang terbakar meliputi hutan produksi dan hutan lindung yang didominasi oleh pohon pinus dan rimba campuran.

Data menunjukkan kebakaran terjadi di petak 2A1, 2A2, dan 2B yang merupakan kawasan RPH Salam, BKPH Lawu Utara. Hingga malam Selasa, 29 September 2026, api hampir mendekati permukiman warga yang terletak dekat dengan Gunung Botak.

Petugas gabungan dari TNI/Polri, BPBD, dan pemadam kebakaran Kabupaten Ngawi dikerahkan untuk menangani kebakaran ini. “Prioritas kami sekarang adalah memastikan api tidak menjalar hingga ke permukiman masyarakat,” kata Dwi Rianto Jatmiko, Wakil Bupati Ngawi.

Ia menambahkan, “Kemarin sudah dilaksanakan pembasahan kawasan yang terbakar, supaya tidak meluas ke pemukiman,” tuturnya. Meskipun api belum sepenuhnya padam, titik-titik api telah berangsur berkurang.

“Kami terus melakukan penanganan agar api tidak mendekati permukiman warga,” tegas Dwi Rianto Jatmiko. Ia juga menjelaskan bahwa kawasan yang terbakar sangat dekat dengan pemukiman penduduk.

Dalam upaya mitigasi, petugas membuat sekat bakar untuk mencegah api menjalar lebih luas. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Botak masih dalam penyelidikan. Penanganan kebakaran terus dilakukan agar insiden ini tidak semakin meluas.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button