G7 Siap Lepas 100 Juta Barel Cadangan Minyak Darurat Harga Minyak Anjlok!

Jakarta, Maret.id — Para pemimpin G7 sepakat melepas 100 juta barel dari cadangan minyak darurat secara terkoordinasi selama empat bulan melalui Badan Energi Internasional (IEA). Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap lonjakan harga dan meningkatnya volatilitas di pasar energi global.
Rincian Pelepasan dan Prioritas Awal
Pelepasan terkoordinasi itu mencakup pelepasan stok solar dalam jumlah besar pada tahap awal oleh anggota dan mitra G7 selama 20 hari pertama. Para pemimpin menyatakan akan meninjau kebutuhan pelepasan tambahan pasokan solar dalam beberapa hari mendatang jika kondisi pasar menuntut.
Peran Badan Energi Internasional
IEA akan menjadi kanal koordinasi utama bagi pelepasan tersebut dan diminta untuk memantau pelaksanaan serta dampak langkah-langkah itu. Lembaga ini diharapkan menyampaikan laporan tindak lanjut dalam waktu 20 hari sejak pengumuman awal.
Koordinasi Pemeliharaan Kilang
G7 juga sepakat mengoordinasikan jadwal pemeliharaan kilang di antara negara anggota untuk menghindari penghentian kapasitas secara bersamaan. Selain itu, anggota mendorong peningkatan tingkat pemanfaatan kilang secara sementara bila memungkinkan.
Kebijakan Ekspor dan Seruan kepada Produsen
Dalam pernyataan bersama, G7 menegaskan komitmen untuk tidak memberlakukan pembatasan ekspor energi dan produk energi antarnegara anggota. Kelompok itu juga menyerukan kepada semua produsen agar menahan diri dari penerapan larangan yang dapat memperburuk ketegangan di pasar.
Sanksi dan Upaya Membatasi Dampak Pasar
G7 menegaskan akan mempertahankan sanksi terhadap Rusia sambil bekerja sama dengan IEA dan mitra lain untuk membatasi efek rambatan ke pasar bahan bakar, gas, dan komoditas terkait. Pendekatan ini bertujuan menjaga keseimbangan antara kebijakan keamanan dan stabilitas pasokan energi.
G7 turut menuntut pemulihan segera dan penuh atas hak navigasi di Selat Hormuz dan akan melipatgandakan upaya kolektif untuk mewujudkannya. Pernyataan itu menunjukkan perhatian terhadap gangguan pada jalur pengapalan yang berdampak luas pada pasokan dan harga energi.
Perdana Menteri Portugal António Costa menyambut baik langkah terkoordinasi G7 tersebut dan menyatakan bahwa para pemimpin Uni Eropa akan membahas situasi energi pada pertemuan Dewan Eropa. Dalam unggahan di akun X, ia menyoroti prioritas awal pada pelepasan stok solar oleh negara-negara anggota dan mitra G7.
Langkah ini dipandang sebagai upaya jangka pendek untuk meredam lonjakan harga dan mengurangi volatilitas pasar, meskipun efektivitasnya akan bergantung pada respons pasar dan kondisi logistik. Para analis menilai bahwa pelepasan stok dapat memberi ruang bagi pasar jangka pendek, tetapi tidak menggantikan kebutuhan pasokan jangka panjang dan investasi energi.
Pemantauan dari IEA dan koordinasi internasional akan menjadi kunci untuk menilai apakah langkah ini berhasil menstabilkan harga tanpa menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Pemerintah dan pelaku industri akan mengamati perkembangan pasokan, harga, dan dampak pada konsumen serta sektor industri dalam beberapa pekan mendatang.





