Sinergi Ribuan Gerak, Latihan Gabungan Perdana Gandrung Sewu 2026 Sukses di Jawa Timur

Jakarta, Maret.id — Jelang pelaksanaan Gandrung Sewu 2026, ribuan penari mulai mematangkan persiapan melalui latihan gabungan perdana di Stadion Diponegoro, Banyuwangi pada Sabtu (3/10/2026). Latihan ini menjadi momentum untuk menyatukan gerak dan pola tari para peserta yang sebelumnya berlatih secara terpisah di daerah masing-masing.
Atraksi kolosal Gandrung Sewu direncanakan digelar di Pantai Boom Marina Banyuwangi pada 24 Oktober mendatang, mulai pukul 18.30 WIB. Salah satu penari, Ardra Sachio Valerian Marenda asal MTsN 1 Kota Malang, mengekspresikan antusiasmenya dalam mengikuti Gandrung Sewu untuk pertama kalinya. “Saya takjub dengan ribuan penari Gandrung di sini. Meskipun berlatih sampai malam, namun masih sangat bersemangat. Keren,” kata Valerian.
Ketua Pelatih Seniman dan Tari Banyuwangi (Patih Senawangi), Suko Prayitno, menyatakan bahwa latihan gabungan perdana berlangsung dengan baik. “Peserta Gandrung Sewu tahun ini sangat cepat adaptasi dan mempelajari pola dan gerak tari sehingga kami juga tidak terlalu kesulitan saat mengarahkan,” ujar Suko.
Ia juga menambahkan bahwa Gandrung Sewu 2026 melibatkan peserta dari beberapa daerah di luar Banyuwangi, termasuk Jakarta, Palembang, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Bangkalan, Malang, dan Blitar. “Latihan gabungan ini merupakan yang pertama setelah sebelumnya para penari berlatih secara terpisah di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Gandrung Sewu 2026 mengusung tema “Kembang Dermo”, yang akan mengangkat kesakralan salah satu adat yang hidup dan berkembang di Banyuwangi. Rangkaian acara akan dimulai pada 22 Oktober dengan penampilan Keroncong Banyuwangi dan Hadrah Kuntulan Caruk. Agenda selanjutnya pada 23 Oktober adalah sajian Musik Jalanan dan Gandrung Terob.
Pada tanggal 24 Oktober, rangkaian acara akan dimeriahkan dengan Jaranan Show, Meras Gandrung, atraksi drone, pesta kembang api, hingga pementasan utama Gandrung Sewu. Seluruh rangkaian acara kemudian akan ditutup dengan konser musik.
Tahun ini, Gandrung Sewu untuk pertama kalinya akan digelar pada malam hari. Perubahan waktu ini diharapkan dapat memberikan pengalaman visual berbeda dengan dukungan tata cahaya, gerak ribuan penari, atraksi drone, serta berbagai pertunjukan pendukung lainnya.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa pihaknya berupaya menghadirkan sesuatu yang baru dalam Gandrung Sewu. “Tahun ini untuk pertama kalinya kita hadirkan pada malam hari. Ini bukan sekadar perubahan waktu pelaksanaan, tetapi kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda kepada penonton dan wisatawan,” ujar Ipuk yang juga menjabat Wakabid Pemerintahan dan Otonomi Daerah DPD PDI Perjuangan Jatim.
Gandrung Sewu 2026 mendapatkan dukungan penuh dari InJourney, holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata. Kolaborasi ini menghadirkan konsep baru berupa pertunjukan di suasana malam. Ipuk juga menjelaskan bahwa tradisi tidak harus diam di tempat dan dapat terus bergerak, beradaptasi, dan berkembang tanpa kehilangan jati dirinya.
“Esensi utama Gandrung Sewu tetap seni tari Gandrung itu sendiri, dengan gerak, irama, ekspresi, dan nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur kita,” jelas Ipuk.





