Politik

Ony Setiwan Dukung BUMDes dan Koperasi Tani Atasi Kemiskinan Tuban

Jakarta, Maret.id — Pengentasan kemiskinan di daerah pedesaan Kabupaten Tuban memerlukan fokus pada penguatan ekonomi masyarakat. Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Ony Setiwan mendorong optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan koperasi tani sebagai penggerak utama ekonomi desa.

Ony menegaskan bahwa bantuan sosial saja tidak cukup untuk mengatasi kemiskinan di pedesaan. Strategi yang efektif perlu diterapkan untuk meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Ia mengidentifikasi tiga pilar utama yang harus dilaksanakan secara terpadu. Di antaranya pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan melalui pemberdayaan ekonomi lokal, serta percepatan pembangunan infrastruktur dasar.

“Solusi utama yang mendesak diterapkan mencakup tiga pilar utama. Yakni pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan berbasis pemberdayaan ekonomi lokal, serta percepatan pembangunan infrastruktur dasar,” tegas Ony, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban.

Peningkatan pendapatan masyarakat dapat dioptimalkan melalui dukungan sektor lokal, terutama dalam bidang pertanian, perikanan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ony menambahkan bahwa dukungan tersebut harus disertai dengan pendampingan digital dan kemudahan akses pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dia juga menyoroti pentingnya penyerapan tenaga kerja lokal melalui program Padat Karya Tunai Desa (PKTD). Skema ini diharapkan dapat memberikan penghasilan langsung kepada masyarakat miskin melalui kontribusi mereka dalam pembangunan desa.

Ony menekankan bahwa BUMDes dan koperasi tani berperan strategis dalam menciptakan ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan. “Keduanya perlu dioptimalkan agar tidak hanya menjadi kelembagaan administratif, tetapi mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” imbuhnya.

Pembangunan infrastruktur juga menjadi bagian penting dari pengembangan ekonomi pedesaan. Ony berpendapat bahwa akses yang baik seperti jalan desa, penerangan, dan jaringan internet perlu dipercepat.

“Ketersediaan infrastruktur akan memudahkan distribusi hasil bumi dan membuka pasar baru bagi potensi desa di Tuban,” paparnya. Dia yakin bahwa penguatan kelembagaan ekonomi desa dan pembangunan infrastruktur saling mendukung.

Dengan adanya akses yang memadai, potensi pertanian, perikanan, dan UMKM di pedesaan dapat berkembang lebih lanjut hingga tahap pemasaran, memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Ony juga menyebutkan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam pengentasan kemiskinan. Pemerintah daerah, lembaga desa, sektor swasta melalui program CSR, hingga masyarakat harus berperan aktif sesuai kapasitas masing-masing untuk memastikan keberhasilan program.

“Kolaborasi tersebut diperlukan agar program pengentasan kemiskinan tidak berjalan sendiri-sendiri dan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa struktur PDI Perjuangan Kabupaten Tuban siap mendampingi masyarakat dalam proses pemberdayaan secara berkesinambungan. “PDI Perjuangan Kabupaten Tuban juga menugaskan pengurus partainya untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat desa guna meningkatkan kesadaran sosial,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button