Pemerintah Indonesia Berkoordinasi dengan Saudi Pasca Serangan Houthi, Waspada Gangguan Pasokan Minyak!

Jakarta, Maret.id — Kementerian Luar Negeri menyatakan terus memantau perkembangan situasi di Arab Saudi setelah laporan serangan kelompok Houthi di Bandara Riyadh. Pernyataan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir usai rapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Pemantauan Intensif oleh Kementerian Luar Negeri
Arrmanatha menegaskan bahwa jajaran Kemlu sejak awal meningkat siaga dan memantau setiap perkembangan di kawasan Timur Tengah. Ia mengatakan seluruh perwakilan diplomatik Indonesia di wilayah tersebut telah diperintahkan untuk meningkatkan kewaspadaan.
Pernyataan tersebut muncul menyusul eskalasi konflik yang melibatkan berbagai aktor di kawasan selama beberapa bulan terakhir. Menlu menjelaskan bahwa sejak peningkatan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat beberapa waktu lalu, seluruh perwakilan Indonesia di kawasan Hormuz dan sekitarnya berada pada status siaga.
Koordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi
Menurut Menlu, pemerintah Indonesia telah menyampaikan komunikasi langsung kepada pihak otoritas Saudi terkait kondisi warga negara Indonesia di Riyadh. Koordinasi bilateral tersebut dimaksudkan untuk memperoleh informasi akurat dan memastikan langkah perlindungan terhadap WNI terkoordinasi.
Arrmanatha menambahkan pihaknya terus berkomunikasi dengan negara-negara tetangga di kawasan untuk mendapatkan gambaran situasi yang komprehensif. Laporan lintas perwakilan tersebut, kata dia, selalu dilaporkan ke pusat dan dianalisis oleh Kemlu untuk menentukan langkah selanjutnya.
Perhatian pada WNI dan Langkah Perlindungan
Menlu mengingatkan bahwa jumlah warga negara Indonesia di Arab Saudi relatif besar sehingga menjadi perhatian utama pemerintah. Ia menegaskan bahwa upaya perlindungan dan pemantauan terhadap WNI menjadi prioritas dalam setiap rapat koordinasi di internal kementerian.
Pemerintah, menurut Arrmanatha, akan terus berkoordinasi dengan perwakilan di lapangan untuk memberikan informasi kepada warga negara Indonesia serta menyiapkan langkah mitigasi jika diperlukan. Langkah-langkah tersebut mencakup pemberian panduan keselamatan, pendataan, dan jalur komunikasi darurat.
Penguatan Kanal Informasi dan Respons Darurat
Kemlu juga akan memperkuat kanal informasi bagi WNI yang berada di Arab Saudi agar dapat menerima pemberitahuan secara cepat. Menlu menyebut bahwa mekanisme pelaporan dan koordinasi dengan KBRI maupun konsulat akan terus dioptimalkan.
Arrmanatha menekankan pentingnya kehati-hatian dalam penyebaran informasi agar tidak menimbulkan kepanikan. Ia meminta media dan masyarakat menggunakan sumber resmi dari kementerian dan perwakilan diplomatik untuk memperoleh kabar yang sahih.
Dalam pernyataannya, Menlu memastikan bahwa perkembangan situasi di Arab Saudi menjadi pemantauan prioritas dan akan terus dilaporkan ke publik sesuai kebutuhan. Pemerintah berkomitmen menjaga keselamatan WNI dan menyiapkan langkah-langkah operasional yang diperlukan jika kondisi di lapangan berubah.





