Puskesmas Surabaya Sejalan dengan Rumah Sakit di 2027

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Kota Surabaya berencana menyelaraskan alur pelayanan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dengan standar rumah sakit pada tahun 2027. Transisi ini akan mencakup penerapan sistem pendaftaran melalui aplikasi e-Health untuk mengatur antrean, memberikan estimasi waktu pelayanan yang lebih jelas, serta mengurangi keluhan dari masyarakat.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa pembenahan ini bertujuan untuk merespons keluhan warga terkait antrean panjang dan ketidaknyamanan dalam pelayanan di Puskesmas. Perbaikan yang direncanakan tidak hanya berfokus pada sistem pelayanan, tetapi juga pada fasilitas fisik demi memberikan layanan kesehatan yang lebih teratur.
“Puskesmas itu harus sama dengan rumah sakit, pendaftarannya melalui aplikasi e-Health. Jadi tidak langsung datang begitu saja,” ujar Eri.
Penggunaan e-Health diharapkan dapat menciptakan alur pendaftaran dan pelayanan yang lebih teratur. Sistem ini juga dirancang untuk mencegah praktik menyerobot antrean serta mengurangi ketidakpastian waktu tunggu bagi pasien.
Bagi warga yang datang tanpa mendaftar melalui aplikasi, Pemkot Surabaya akan menyediakan ruang tunggu khusus. Mereka baru akan dilayani setelah antrean pasien terdaftar melalui e-Health selesai.
Kebijakan ini adalah bagian dari upaya penataan sistem pelayanan agar proses pemeriksaan lebih terukur dan transparan. Meskipun demikian, pelaksanaan tetap memerlukan pengaturan teknis yang jelas agar masyarakat memahami prosedur pendaftaran dan konsekuensi jika datang tanpa melakukan pendaftaran daring.
Selain merubah alur pelayanan, Pemkot Surabaya juga merencanakan perbaikan fasilitas fisik di semua Puskesmas pada tahun 2027. Eri menekankan pentingnya ruang tunggu pasien yang nyaman dan representatif, dilengkapi dengan pendingin udara. Area tunggu juga akan dipisahkan berdasarkan kategori usia untuk memastikan kenyamanan pasien.
“Tempat tunggunya nanti ada AC-nya, jadi orang yang sakit makin sembuh, tidak makin sakit. Lalu, ada tempat yang terpisah-pisah,” kata Eri.
Politisi dari PDI Perjuangan ini memastikan bahwa pembenahan akan mencakup seluruh Puskesmas di Kota Surabaya. Untuk mempersiapkan pelaksanaannya, Pemkot telah berkoordinasi dengan seluruh kepala Puskesmas untuk membahas kebutuhan teknis dan penataan anggaran tahun 2027, dengan fokus pada sektor kesehatan dan pendidikan.
“Hari ini kami melakukan koordinasi bersama seluruh Kepala Puskesmas untuk mengarahkan persiapan teknis dan penataan anggaran tahun 2027,” imbuhnya.
Eri menjelaskan bahwa kebutuhan anggaran akan bervariasi di setiap Puskesmas, tergantung pada luas bangunan dan kondisi fasilitas yang ada. Tim teknis dari dinas terkait saat ini sedang melakukan penghitungan untuk menentukan kebutuhan biaya masing-masing lokasi.
“Penghitungannya beda-beda per Puskesmas, dilihat dari kondisinya. Dalam waktu singkat Insyaallah selesai,” terangnya.
Pemkot berharap pembenahan ini dapat mengatasi masalah pelayanan yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah pasien yang terlambat beberapa menit dari jadwal e-Health harus mengambil nomor antrean baru dari awal.
Melalui penataan yang direncanakan mulai tahun 2027, Pemkot Surabaya menargetkan pelayanan kesehatan primer yang lebih cepat, tertib, nyaman, dan manusiawi bagi masyarakat.





