Banteng Futsal League Ngawi: Kemenangan Wazza dan Pembelajaran Rizky

Jakarta, Maret.id — Banteng Ngrambe baru saja merengkuh kemenangan di Banteng Futsal League Mbah Kung Cup 2026, di GOR Bung Hatta, Kabupaten Ngawi. Tim yang terdiri dari pelajar itu berhasil mengalahkan Banteng Ngawi di babak final, yang mengukuhkan mereka sebagai juara.
Wazza Sinatra Putra, salah satu pemain tim, mengungkapkan kebahagiaannya. “Memang sudah hobi main futsal. Kebetulan diajak untuk ikut bergabung dalam tim Ngrambe. Alhamdulillah bisa menang,” tutur Wazza.
Menjadi juara bukan hanya soal trofi, tetapi juga pengalaman berharga bertanding dengan berbagai tim dari kecamatan lain. “Senang sekali bisa berpartisipasi dalam turnamen ini. Semoga turnamen ini bisa digelar setiap tahun,” imbuhnya.
Turnamen ini diikuti oleh 21 tim dari pengurus anak cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Ngawi. Proses kompetisi dimulai dari babak penyisihan grup untuk kemudian berlanjut ke semifinal dan final. Kehadiran pemain pelajar dalam setiap tim menjadikan acara ini lebih dari sekadar ajang bersaing, tetapi juga kesempatan bagi generasi muda untuk mendapatkan pengalaman berharga.
Muhammad Rizky Alfiano, pemain dari Banteng Widodaren yang tersisih dari babak penyisihan, juga mengungkapkan pandangannya. “Kalah menang biasa dalam pertandingan. Tetapi pengalaman bertanding dengan pelajar asal kecamatan lain menjadi sesuatu yang berharga bagi kami,” ujar Rizky.
Kekalahan, menurutnya, tidak menghilangkan nilai dari usaha yang telah dilakukan. Pengalaman bertanding memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri.
Di sisi lain, Danang Wahyu Krisdianto, Ketua PAC PDI Perjuangan Ngrambe, mengekspresikan rasa bangganya terhadap timnya. “Tentu saja kami sangat bangga. Dengan persiapan yang tidak begitu lama, namun kami berhasil keluar sebagai juara,” tegas Danang.
Melihat respons dari pemain, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, menegaskan bahwa Banteng Futsal League Mbah Kung Cup akan diadakan setiap tahun. “Turnamen ini diharapkan bukan hanya menjadi ajang kompetisi antarkader, tetapi juga menyediakan ruang bagi pemain muda di Kabupaten Ngawi untuk mengembangkan kemampuan,” imbuhnya.
Kesempatan seperti yang dirasakan Wazza dan Rizky akan terus ada jika perencanaan ini berjalan dengan baik. Setiap turnamen tidak hanya menyisakan catatan skor, tetapi juga pengalaman yang memupuk rasa kebersamaan dan semangat juang untuk para pemain muda.
Dengan demikian, meski hasil akhir berbeda, keduanya berharap agar lapangan tetap terbuka untuk kesempatan bertanding. Bagi mereka, menjadi juara adalah suatu kebanggaan, tetapi kesempatan untuk belajar dan tumbuh juga merupakan kemenangan tersendiri.





