Pemkot Surabaya Atur Polusi Lewat Kereta SRL dan Pembatasan Truk

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Kota Surabaya tengah fokus menangani isu polusi udara dengan dua kebijakan utama. Kebijakan tersebut meliputi penataan jam lalu lintas truk industri di koridor utama dan pembangunan moda kereta api regional, Surabaya Regional Railway Line (SRL).
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan mengurangi titik emisi harian dan mengatasi kemacetan akibat tingginya volume kendaraan berat dan jutaan kendaraan komuter di kawasan aglomerasi.
Proyek SRL dijadwalkan memulai pembangunan fisik pada awal tahun 2027 dan diharapkan dapat beroperasi penuh antara tahun 2028 hingga awal 2029.
Sebagai kelanjutan dari inisiatif ini, Pemkot Surabaya juga akan menyediakan armada pengumpan (feeder) Wira-Wiri untuk menghubungkan penumpang dari stasiun akhir ke tempat kerja.
“Ketika dari Sidoarjo bekerja di Surabaya, dia berhenti menggunakan SRL, menggunakan kereta. Di titik berhenti menuju ke tempat kerjanya, sudah ada Wira-Wiri yang disediakan oleh Pemerintah Kota Surabaya dengan biaya terkoneksi dan tidak terlalu mahal,” tutur Eri.
“Sehingga tidak terbebani dalam pembiayaan atau mengurangi gaji harian mereka,” imbuh Eri, yang merupakan politisi dari PDI Perjuangan.
Penerapan skema waktu lalu lintas bagi angkutan berat, bersamaan dengan pengoperasian kereta SRL yang terintegrasi dengan Wira-Wiri, ditargetkan menjadi solusi permanen untuk menurunkan kadar emisi udara di Surabaya.
Sebelumnya, keluhan mengenai polusi di Surabaya menjadi topik hangat di media sosial. Salah satu pengguna Twitter, @nemogino, berkomentar tentang kabut di kota itu. Sementara itu, akun @grc.philip juga mengunggah foto dengan narasi meragukan kualitas udara pada Oktober 2026.
Tanggapan masyarakat yang beragam ini menunjukkan urgensi tindakan nyata dari pemerintah dalam menangani masalah polusi udara di Surabaya.





