Pemkab Bangkalan Terbitkan Edaran BBM Khusus untuk Petani

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Kabupaten Bangkalan mengeluarkan edaran yang memprioritaskan alokasi Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi para petani. Langkah tersebut diambil untuk mengatasi kelangkaan BBM jenis solar dan pertalite yang terjadi sejak 19 Oktober 2026.
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa kebijakan ini lahir dari keresahan masyarakat akan kelangkaan BBM. Ketersediaan solar menurun setelah Pertamina membatasi pengiriman dari 14 menjadi 11 kali selama bulan Oktober 2026.
Dalam beberapa hari terakhir, beberapa SPBU vital di Bangkalan, seperti Soekarno-Hatta dan Junok, mengalami kehabisan stok. Antrean panjang masih berlangsung hingga 24 Oktober 2026.
“Antrean pengisian BBM melanda hampir seluruh SPBU di wilayah Bangkalan. Hampir semua jenis bahan bakar mengalami masalah,” ujar Lukman di Bangkalan, Senin (26/10/2026).
Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga kelancaran produksi pertanian dan program ketahanan pangan. “Kita sudah mengeluarkan edaran untuk petani agar pengambilan dan pembelian di SPBU berjalan lancar,” tegas Lukman.
Dia juga meminta Dinas Perdagangan melakukan pengawasan ketat. Langkah ini bertujuan untuk memastikan alokasi BBM berjalan lancar dan untuk menghindari antrean panjang serta kelangkaan parah.
“Kita sudah membentuk tim dari Dinas Perdagangan untuk selalu memantau dan memastikan tidak terjadi kelangkaan dan antrean yang sangat panjang,” tandas Lukman, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Bangkalan.





