Politik

Manuver Saiful Anwar Perkuat Tradisi Bersih Desa

Jakarta, Maret.id — Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tulungagung, Saiful Anwar, menegaskan bahwa tradisi bersih desa adalah bentuk ungkapan syukur masyarakat kepada Tuhan atas berkah yang diterima. Pernyataan ini disampaikan Saiful saat menghadiri acara Bersih Desa di Desa Sukowiyono, Kecamatan Karangrejo, pada Rabu (20/5).

Apresiasi terhadap Pelestarian Tradisi

Saiful Anwar menyampaikan penghargaan kepada warga Desa Sukowiyono yang masih menjaga tradisi bersih desa di tengah modernisasi dan kemajuan teknologi yang semakin pesat. “Saya mengapresiasi warga yang masih mempertahankan bersih desa seperti ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa tradisi bersih desa tidak hanya memberikan contoh kepada desa lain, tetapi juga berfungsi sebagai media pengingat dan simbol rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah Swt. Saiful melihat pentingnya nilai-nilai ini dalam membangun komunitas yang guyub dan rukun.

Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Lebih lanjut, Saiful menekankan perlunya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya lokal. Ia berkomitmen untuk mendukung pelestarian budaya melalui program-program yang berpihak kepada masyarakat dan tradisi. “Kami akan terus berupaya agar budaya lokal tidak punah,” katanya.

Saiful menyatakan keyakinan bahwa Desa Sukowiyono memiliki potensi budaya yang besar. “Kami berharap kegiatan bersih desa dapat menjadi daya tarik wisata budaya yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tandasnya.

Pelestarian Budaya sebagai Aset Masyarakat

Tradisi bersih desa dipandang juga sebagai upaya pelestarian budaya dan kearifan lokal yang merupakan aset berharga bagi masyarakat. Saiful berharap setiap desa dapat mencontoh Desa Sukowiyono dalam melestarikan budaya mereka. “Sekali lagi, saya mengapresiasi masyarakat Desa Sukowiyono yang masih menjaga nilai-nilai tradisi dan budaya lokal,” ujarnya.

Dengan adanya dukungan dari semua pihak, Saiful yakin bahwa tradisi bersih desa tidak hanya akan terus lestari, tetapi juga dapat berkontribusi dalam pengembangan ekonomi lokal. Tradisi ini diharapkan dapat menjadi salah satu daya tarik wisata yang memperkaya khasanah budaya di Kabupaten Tulungagung.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button