MUI Dukung Pemerintah Bebaskan 9 WNI Dari Israel Sebagai Tindakan Berani!

Jakarta, Maret.id — Buya Amirsyah mengingatkan pentingnya peran negara dalam melindungi seluruh warganya. Saat menghadiri acara yang digelar pada Jumat, 22 Mei 2026, beliau menekankan, negara tidak boleh abai terhadap keselamatan, kesejahteraan, dan hak-hak masyarakat di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Peran Negara dalam Menjamin Kesejahteraan
Menurut Buya Amirsyah, negara harus tampil di garis terdepan dalam memberikan jaminan agar masyarakat bisa menjalankan misi kemanusiaan universal dengan aman dan bermartabat. Ia menegaskan bahwa fungsi negara tidak hanya bersifat administratif, melainkan juga mencakup perlindungan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
“Negara harus lebih terdepan memberikan jaminan agar seluruh warganya dapat berkiprah menjalankan misi kemanusiaan universal,” jelasnya. Ia menguraikan beberapa fungsi utama negara yang harus dijalankan secara bersamaan, antara lain fungsi mengatur kehidupan masyarakat dan mencegah bentrokan sosial demi terciptanya stabilitas nasional.
Fungsi Perlindungan dan Keadilan Sosial
Selanjutnya, Buya Amirsyah menegaskan pentingnya fungsi perlindungan negara terhadap warganya. “Negara wajib melindungi warga dan wilayahnya dari berbagai ancaman, baik yang datang dari luar maupun dari dalam negeri,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa negara harus menjalankan fungsi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat melalui pengelolaan ekonomi yang berkeadilan.
Lebih jauh, ia menjelaskan, “Negara harus mengupayakan kehidupan rakyat yang adil dan makmur. Ini mencakup pengelolaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga sumber daya alam.” Ia juga menyoroti pentingnya penegakan hukum yang tidak tebang pilih untuk memastikan semua hak warga negara terlindungi secara setara.
Pentingnya Fungsi Pertahanan di Era Global
Buya Amirsyah mengingatkan bahwa dalam menghadapi tantangan global yang meningkat, fungsi pertahanan negara menjadi penting. “Ancaman yang dihadapi tidak hanya bersifat militer, tetapi juga meliputi ancaman nonmiliter seperti perang informasi, krisis pangan, hingga disrupsi teknologi,” ujar Buya Amirsyah.
Ia menegaskan bahwa fungsi pertahanan harus melindungi kedaulatan dan persatuan bangsa. Dalam hal ini, peran lembaga peradilan menjadi kunci dalam menjaga keadilan dan perlindungan hak-hak warga negara.
Dalam konteks internasional, pemerintah Indonesia memberikan apresiasi kepada Pemerintah Turki atas dukungannya dalam membebaskan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam Global Sumud Flofilla 2.0. Mereka sempat ditahan oleh militer Israel.
Saat ini, sembilan WNI tersebut sedang dalam perjalanan menuju Istanbul, Turki, dan diharapkan segera melanjutkan perjalanan kembali ke Tanah Air. Keberhasilan ini menunjukkan betapa pentingnya kerjasama antarnegara dalam melindungi warga negara di luar negeri.
Melalui pernyataan ini, Buya Amirsyah mengajak semua pihak untuk berpatisipasi dalam menjaga kedamaian dan keadilan sosial, yang pada akhirnya bisa mendukung terciptanya masyarakat yang sejahtera dan beradab.
MUI Apresiasi Langkah Pemerintah Bebaskan 9 WNI dari Israel
Jakarta, 5 Oktober 2023 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan apresiasi yang tinggi terhadap langkah pemerintah Indonesia yang berhasil membebaskan sembilan warga negara Indonesia (WNI) dari penahanan di Israel. Tindakan ini tidak hanya menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab pemerintah terhadap warganya, tetapi juga mencerminkan komitmen Indonesia dalam menjaga hak asasi manusia.
Latar Belakang Penahanan
Sembilan WNI yang berhasil dibebaskan sebelumnya ditahan oleh otoritas Israel dengan berbagai tuduhan. Penahanan ini mengundang kecaman dari berbagai pihak, termasuk lembaga-lembaga hak asasi manusia dan organisasi kemanusiaan yang memperhatikan situasi di kawasan tersebut. Dalam konteks ini, MUI menegaskan pentingnya perlindungan terhadap WNI di luar negeri, terutama di negara dengan situasi politik dan sosial yang tidak stabil.
Respons MUI
Ketua Umum MUI, KH. Miftachul Akhyar, dalam pernyataan resminya mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas usaha pemerintahan dalam membebaskan WNI tersebut. Ia menyatakan, “Kami mengapresiasi upaya pemerintah dan semua pihak yang terlibat dalam proses ini. Pembebasan ini merupakan wujud nyata dari komitmen negara dalam melindungi warganya di manapun mereka berada.”
MUI juga menyerukan perlunya peningkatan diplomasi dan kebijakan yang lebih strategis dalam menangani masalah WNI di luar negeri, khususnya di wilayah-wilayah yang berpotensi menimbulkan risiko bagi keselamatan mereka.
Pentingnya Diplomasi
Pembebasan sembilan WNI ini juga menyoroti pentingnya diplomasi yang aktif dan responsif dari pemerintah Indonesia. Dalam konteks hubungan internasional, Indonesia perlu memperkuat jalinan kerjasama dengan negara-negara lain, terutama yang berkaitan dengan perlindungan warganya. MUI mengharapkan agar pemerintah tetap berkomitmen untuk terus memperjuangkan nasib WNI yang berada di luar negeri, serta memastikan bahwa semua tindakan hukum terhadap mereka dilakukan secara adil dan transparan.
Penutup
Keberhasilan pembebasan sembilan WNI dari Israel adalah contoh tindakan konkrit yang menunjukkan bahwa negara hadir untuk melindungi warganya. MUI meminta agar pemerintah terus berupaya untuk menghindari situasi serupa di masa depan, dan mempersiapkan strategi yang lebih matang untuk menjaga keselamatan dan kesejahteraan WNI di mancanegara. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk masyarakat sipil, MUI percaya pemerintah dapat meningkatkan upaya perlindungan terhadap seluruh WNI di luar negeri.
Dengan demikian, mari kita semua turut mendoakan keselamatan dan kesejahteraan bagi WNI yang berjuang di luar negeri, serta mendukung upaya-upaya pemerintah dalam memastikan mereka kembali dengan selamat ke tanah air.





