Prabowo Utamakan Program Lapangan Kerja Daripada Bangun Perkantoran Baru!

Jakarta, Maret.id — Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur yang berfungsi serta bermanfaat bagi masyarakat. Dalam kesempatan menghadiri panen raya udang di kawasan Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah, pada hari Sabtu, 23 Mei 2026, Prabowo menyampaikan bahwa pembangunan kantor harus diimbangi dengan produktivitas yang nyata.
Pentingnya Produktivitas
Menurut Prabowo, meskipun pembangunan gedung-gedung pemerintahan adalah hal yang perlu, fokus utama tetap harus pada hasil yang konkret. “Kantor megah, produknya nggak ada. Lebih baik kantornya tidak begitu bagus, tapi produknya bagus,” ujarnya. Dalam pandangannya, kemegahan sebuah bangunan tidak ada artinya jika tidak mampu memberikan manfaat langsung bagi rakyat.
Presiden menambahkan, kebutuhan yang menjadi prioritas masyarakat saat ini adalah penciptaan lapangan pekerjaan dan peningkatan penghasilan. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk mendorong program-program yang dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. “Rakyat kita butuh pekerjaan,” tutur Prabowo.
Apresiasi terhadap BUBK Kebumen
Dalam acara tersebut, Prabowo juga memberikan penghargaan kepada program BUBK Kebumen yang telah berhasil memberikan peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Ia menyatakan bahwa ratusan warga lokal kini dipekerjakan di kawasan tambak modern tersebut. “Ini sangat bagus, sangat produktif. Lapangan kerja yang bisa diserap,” ungkapnya dengan bangga.
Presiden mencatat bahwa saat ini ada enam ratus lima puluh orang yang bekerja di wilayah tersebut, semuanya merupakan warga setempat. “Enam ratus lima puluh orang bekerja,” tegas Prabowo, menggambarkan manfaat ekonomi yang dirasakan oleh komunitas lokal.
Proyek Future di Waingapu
BUBK Kebumen sendiri diresmikan pada 9 Maret 2023 dan kini telah memasuki siklus budidaya kedelapan dengan 139 kolam produksi yang beroperasi. Pembangunan infrastruktur pertanian yang efektif dan produktif menjadi salah satu fokus utama pemerintah saat ini.
Selain itu, sebagai bagian dari upaya untuk mengembangkan sektor perikanan, pemerintah juga sedang menyiapkan proyek serupa dengan skala lebih besar di Waingapu, Nusa Tenggara Timur. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian daerah tersebut.
Dengan pendekatan yang difokuskan pada produktivitas dan manfaat langsung bagi masyarakat, Prabowo berharap program-program yang diterapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan rakyat Indonesia.
Prabowo Pilih Ciptakan Program Lapangan Kerja Ketimbang Bangun Perkantoran Baru
Dalam upaya memperkuat perekonomian nasional, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk fokus pada penciptaan lapangan kerja, alih-alih menambah infrastruktur perkantoran baru. Dalam pandangannya, menciptakan kesempatan kerja yang lebih banyak bagi masyarakat adalah kunci untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Kebutuhan Mendesak akan Lapangan Kerja
Indonesia, sebagai salah satu negara dengan populasi terbesar di Asia Tenggara, menghadapi tantangan serius terkait tingginya angka pengangguran. Banyak sektor, terutama setelah pandemi COVID-19, mengalami dampak signifikan yang menimbulkan kebutuhan mendesak untuk revitalisasi ekonomi. Prabowo menyadari bahwa investasi dalam pembangunan fisik harus sejalan dengan investasi dalam sumber daya manusia.
“Ketika kita berbicara tentang ekonomi, yang terpenting adalah menciptakan lapangan pekerjaan. Kita tidak hanya perlu gedung-gedung baru tapi juga harus memastikan rakyat kita memiliki akses pekerjaan yang layak,” ungkap Prabowo dalam suatu pernyataan publik baru-baru ini.
Program Pembangunan Berbasis Kemandirian
Prabowo juga mengemukakan konsep pembangunan yang berfokus pada kemandirian masyarakat. Melalui program-program yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi masyarakat, dia berharap dapat memfasilitasi penciptaan usaha kecil dan menengah (UKM) yang mampu menyerap tenaga kerja. Usaha ini meliputi pelatihan vokasi, bantuan modal bagi pengusaha baru, dan insentif untuk industri yang berkomitmen membuka lapangan kerja baru.
Sinergi Antara Pemerintah dan Swasta
Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menciptakan lapangan kerja. Dia percaya bahwa sektor swasta memiliki peran krusial dalam menyerap tenaga kerja, sehingga insentif bagi perusahaan untuk memperluas bisnis dan meningkatkan kapasitas produksi harus menjadi prioritas. “Dengan memperkuat kemitraan antara sektor publik dan swasta, kita bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja,” tambahnya.
Dampak Positif untuk Masyarakat
Keputusan Prabowo untuk tidak membangun perkantoran baru merupakan langkah strategis yang diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan memprioritaskan program penciptaan lapangan kerja, tidak hanya ekonomi lokal yang dapat diuntungkan, tetapi juga taraf hidup masyarakat yang lebih baik. Lapangan kerja yang tercipta akan membantu mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Kesimpulan
Dengan pendekatan pragmatisnya, Prabowo Subianto menunjukkan bahwa fokus pada penciptaan lapangan kerja merupakan langkah yang lebih cerdas dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini. Prioritas yang diletakkan pada kemampuan masyarakat untuk beradaptasi dan menciptakan nilai melalui pekerjaan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh Indonesia. Dalam dunia yang terus berubah, upaya ini bukan hanya sekadar pilihan, tetapi menjadi keharusan untuk memastikan masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang.





