Politik

Terluas di Indonesia, Kabupaten Kediri Sukses Jalankan Program Bongkar Ratoon Tebu

Jakarta, Maret.id — Kabupaten Kediri telah menegaskan posisinya sebagai salah satu penghasil gula terkemuka di Indonesia dengan melaksanakan program bongkar ratoon tebu paling luas di tanah air. Capaian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung swasembada gula nasional.

Program Bongkar Ratoon Tebu Terluas

Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, mengungkapkan hal ini dalam acara Tanam Perdana Tebu yang diadakan di Desa Ngleteh, Kecamatan Kandat. Dalam kesempatan tersebut, Dewi Mariya didampingi oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ali Jamil, dan Direktur PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi.

Bongkar ratoon merupakan teknik peremajaan lahan tebu dengan mengganti tanaman tua yang telah dipanen beberapa kali. Proses ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman tebu. Dalam sambutannya, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, yang diwakili oleh Dewi Mariya, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi sinergis antara pemerintah serta partisipasi aktif para petani tebu lokal.

Capaian dan Target Baru

Pada tahun 2025, Kabupaten Kediri telah mencatatkan program bongkar ratoon seluas 1.306 hektar berkat dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selain itu, petani juga secara mandiri melakukan program tersebut di lahan mereka.

Melihat potensi yang ada, pemerintah pusat kini menargetkan program bongkar ratoon seluas 7.000 hektar dari total luas lahan tebu yang lebih dari 20.000 hektar. Dewi Mariya Ulfa melaporkan bahwa saat ini Kabupaten Kediri telah mengeluarkan Surat Keputusan Calon Petani Calon Lahan (SK CPCL) seluas 2.192 hektar.

Dukungan dan Stimulus untuk Petani Tebu

Dalam rangka mendukung target swasembada gula nasional, Pemerintah Kabupaten Kediri meluncurkan berbagai bentuk bantuan dan stimulus bagi petani tebu. Salah satu programnya adalah pendistribusian 266 unit pompa submersible pada tahun 2025 untuk mengatasi masalah pengairan.

Selain itu, Pemkab Kediri juga mendistribusikan 51 unit traktor roda empat untuk mempercepat proses plowing lahan tebu. Pemerintah daerah telah melakukan upaya penanganan hama terpadu dengan intervensi langsung di kawasan-kawasan yang sering diserang hama, termasuk di Kecamatan Ngadiluwih.

Dewi Mariya Ulfa menegaskan bahwa langkah-langkah ini diambil demi menjaga produktivitas tebu dan meningkatkan kesejahteraan petani. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan apresiasi kepada semua petani tebu di Kediri, menggarisbawahi bahwa mereka adalah pilar utama dalam mewujudkan swasembada gula di Indonesia.

Dalam penutupan, Dewi Mariya berharap agar sinergi antara Pemkab Kediri, Pemprov Jawa Timur, dan Kementerian Pertanian dapat terus diperkuat. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi gula nasional dan kesejahteraan para petani tebu di kawasan tersebut.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button