Pelemahan Rupiah Terjadi Karena Dosa Pemerintah Sebelumnya yang Tak Bertanggung Jawab!

Jakarta, Maret.id — Menurut Dipo, kondisi ekonomi saat ini merupakan hasil akumulasi permasalahan yang telah ada sejak pemerintahan sebelumnya dan kini diwarisi oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia mengungkapkan bahwa meski saat ini pemerintah sedang menghadapi tantangan besar, kesalahan yang terjadi sebelumnya juga berkontribusi terhadap situasi ini.
Dipo menegaskan bahwa “ini bukan murni kesalahan pemerintah saat ini, tapi memang ada dosa-dosa pemerintahan sebelumnya.” Dalam wawancara di kanal YouTube Abraham Samad, Dipo menilai bahwa beban utang yang ditanggung oleh pemerintahan Prabowo cukup besar. Di satu sisi, pemerintah menerapkan strategi ekspansi fiskal yang agresif melalui belanja negara untuk merangsang pertumbuhan ekonomi.
Pemilihan Strategi Fiskal
Dipo menambahkan, “pemerintah sekarang memang agresif, belanja pemerintah jor-joran.” Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan pengeluaran sehingga aktivitas ekonomi dapat meningkat dan pada gilirannya penerimaan pajak juga naik. Namun, langkah ini memerlukan tambahan pembiayaan yang berasal dari utang, yang mana bisa menjadi risiko tersendiri bagi kestabilan ekonomi.
Menurut Dipo, defisit fiskal kini mulai terasa di tengah tekanan yang disebabkan oleh tantangan global dan domestik. Ia menunjukkan bahwa masalah ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal, tetapi juga oleh gejolak geopolitik yang berimbas pada nilai tukar rupiah, khususnya akibat dari konflik di Iran yang memicu kenaikan harga minyak dunia.
Dampak Geopolitik Terhadap Ekonomi
Ia menyoroti bahwa pelemahan rupiah tidak hanya terlihat terhadap dolar AS, tetapi juga terhadap mata uang negara-negara tetangga seperti dolar Singapura, ringgit Malaysia, dan baht Thailand. “Rupiah melemah bukan hanya karena geopolitik, tapi memang sebelumnya ekonomi kita kurang baik. Istilahnya ditiup saja goyang,” ujarnya.
Dipo menekankan bahwa kondisi ini menunjukkan adanya masalah fundamental dan struktural dalam perekonomian nasional yang perlu segera ditangani oleh pemerintah. Ia berharap langkah-langkah yang lebih strategis dapat diambil untuk memperbaiki situasi ini.
Persoalan Struktur Ekonomi
Dalam pandangannya, langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah harus berfokus tidak hanya pada pemulihan jangka pendek, tetapi juga pada pembangunan pondasi ekonomi yang lebih kuat. Harapan untuk meningkatkan daya saing nasional sangat tergantung pada kebijakan yang diambil untuk mengatasi struktur perekonomian yang ada saat ini.
Dipo mengingatkan bahwa tanpa perbaikan yang menyeluruh, tantangan terhadap perekonomian Indonesia akan terus berlanjut. “Pikirkan jangka panjang, karena kita tidak bisa hanya mengandalkan strategi belanja dalam waktu singkat,” tambahnya, menjelaskan pentingnya kebijakan yang berkelanjutan untuk menjamin kestabilan ekonomi ke depan.





