Iran Rombak Draf Perjanjian Damai dengan AS, Memanas dan Mengguncang Pasar Energi!

Jakarta, Maret.id — Negosiasi perdamaian antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat masih berjalan dinamis dan alot setelah laporan terbaru menyebut perombakan draf nota kesepahaman (MoU) oleh pihak Teheran. Perkembangan itu muncul di tengah pembicaraan intens yang melibatkan pertukaran draf dan amandemen antara kedua negara.
Kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan pada Minggu (31/5/2026) bahwa Tehran berencana memasukkan sejumlah perubahan pada teks draf setelah menerima tanggapan dari Washington. Langkah ini dipandang sebagai respons langsung terhadap revisi yang dilakukan oleh pihak AS pada draf yang sebelumnya dikirim ke Iran.
Proses Negosiasi Masih Cair
Sumber yang memahami jalannya interaksi mengatakan proses negosiasi belum mencapai keputusan final dan masih bersifat cair. Menurut sumber tersebut, Tehran akan menambahkan poin-poin amandemen sendiri dan menolak perubahan sepihak yang tidak disetujui bersama.
Pihak Iran menegaskan hanya akan menyetujui klausul-klausul yang merupakan hasil konsensus kedua belah pihak. Pernyataan ini menegaskan bahwa segala bentuk revisi yang dilakukan tanpa persetujuan Tehran tidak mencerminkan komitmen akhir dari Republik Islam.
Presiden AS Donald Trump Minta Syarat Lebih Ketat
Media AS melaporkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyuarakan kekhawatiran terhadap sejumlah poin dalam draf yang berhubungan dengan isu nuklir dan pelepasan aset. Salah satu fokus utama Trump adalah mekanisme pengelolaan dan pembatasan terhadap material nuklir Iran yang menjadi titik sensitif dalam pembicaraan.
Menurut laporan yang mengutip pejabat-pejabat terkait, Trump mendesak agar persyaratan yang mengatur pelepasan aset-aset Iran yang dibekukan dibuat jauh lebih ketat. Tekanan ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan substantif antara Washington dan Tehran mengenai syarat-syarat teknis dan jaminan keamanan.
Peran Pakistan sebagai Mediator
Diplomasi yang berlangsung melibatkan peran mediasi dari Pakistan untuk mempercepat penyelesaian nota kesepahaman damai. Pertukaran usulan rencana dan syarat-syarat penghentian konflik berlangsung intens dalam beberapa pekan terakhir dengan keterlibatan aktif mediator regional tersebut.
Langkah diplomatik ini ditujukan untuk mengakhiri konflik bersenjata yang dilaporkan meletus sejak 28 Februari, yang disebut-sebut dipicu oleh serangan gabungan militer antara Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran. Meskipun tensi sempat meningkat, kedua pihak telah menyatakan komitmen untuk gencatan senjata sementara yang mulai diberlakukan sejak 8 April.
Langkah Berikutnya dan Dampak Regional
Para diplomat kini fokus pada penyusunan klausul-klausul teknis yang dapat diterima kedua belah pihak, termasuk mekanisme verifikasi dan langkah-langkah keamanan pasca-perjanjian. Kegagalan mencapai konsensus atas poin-poin krusial seperti pelepasan aset dan pengelolaan material nuklir bisa memperpanjang ketidakpastian di kawasan.
Para pengamat menilai bahwa kesepakatan akhir, jika tercapai, akan membutuhkan kompromi substansial dan rangka verifikasi internasional yang kuat untuk mencegah eskalasi kembali. Hingga saat ini pihak-pihak yang terlibat terus melakukan konsultasi, sementara publik dan aktor regional menunggu keputusan yang lebih jelas dalam beberapa hari mendatang.





