Kebakaran Dua Hotel India Memanas Pasar Pariwisata, 21 Orang Tewas!

Jakarta, Maret.id — Kebakaran hebat melanda dua hotel di kawasan Malviya Nagar, Delhi Selatan, pada Rabu (3/6/2026) pagi dan menewaskan sekitar 21 orang serta melukai puluhan lainnya. Insiden yang terjadi saat jam sarapan itu memicu kepanikan di antara tamu dan warga sekitar sehingga sejumlah orang terpaksa melompat dari lantai atas untuk menyelamatkan diri.
Kronologi Kebakaran
Api pertama kali dilaporkan muncul sekitar pukul 08.50 waktu setempat di area restoran yang berada di ruang bawah tanah sebuah penginapan sebelum merembet ke hotel sebelahnya. Rekaman dari lokasi menunjukkan fasad salah satu hotel hangus terbakar dan puing berserakan di sepanjang jalan, sementara tim darurat bekerja mengevakuasi korban dan memadamkan kobaran api.
Petugas pemadam kebakaran dan tim penyelamat berhasil mengevakuasi sekitar 37 orang dari bangunan yang diselimuti asap tebal. Para saksi melaporkan kepanikan dan teriakan di lokasi kejadian ketika asap menyebar cepat ke lorong dan tangga darurat yang tidak memadai.
Korban dan Upaya Identifikasi
Otoritas setempat menyatakan sekitar 21 orang tewas, dan pada saat laporan awal 16 korban telah berhasil diidentifikasi. Identifikasi awal menunjukkan korban berasal dari berbagai kewarganegaraan, termasuk India serta beberapa warga negara Liberia, Mozambik, Nigeria, dan Bangladesh.
Pihak berwenang terus bekerja untuk mengidentifikasi korban yang tersisa dan memberi tahu keluarga yang berduka. Evakuasi dan pencarian juga difokuskan pada area-area ruang bawah tanah yang sebelumnya digunakan sebagai kamar penginapan.
Kesaksian Warga dan Kondisi Penginapan
Seorang warga sekitar, Himanshu Agarwal, mengatakan banyak tamu melompat dari lantai atas dalam upaya putus asa melarikan diri dari kobaran api. “Ada banyak asap dan orang-orang mulai berlarian,” ujar Agarwal, yang juga mendesak tindakan tegas dari pemerintah setempat.
Agarwal menambahkan bahwa beberapa tamu adalah warga negara asing yang datang ke Delhi untuk tujuan perawatan medis. Menurut pengakuannya, tidak semua penginapan di kawasan itu memiliki pintu keluar darurat yang memadai sehingga menimbulkan kesulitan saat evakuasi.
Penyelidikan dan Temuan Awal
Dinas Pemadam Kebakaran Delhi menyatakan bangunan yang terbakar tidak memiliki sertifikasi keselamatan kebakaran yang tepat dan dinilai tidak memenuhi persyaratan sesuai peraturan yang berlaku. Temuan awal juga menunjukkan penginapan berizin untuk mengoperasikan enam kamar di bawah skema Bed and Breakfast, namun diduga menjalankan puluhan kamar termasuk ruang bawah tanah.
Pemeriksaan terhadap instalasi listrik dan jalur evakuasi sedang dilakukan oleh tim investigasi untuk menentukan penyebab pasti kebakaran dan adanya kelalaian dalam pemenuhan standar keselamatan.
Tanggapan Pemerintah dan Kompensasi
Menteri Dalam Negeri Delhi, Ashish Sood, memerintahkan inspeksi menyeluruh terhadap semua penginapan B&B di ibu kota untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan kebakaran. Instruksi tersebut dikeluarkan menyusul kekhawatiran publik terkait operasi penginapan ilegal dan minimnya fasilitas darurat.
Perdana Menteri India Narendra Modi mengumumkan kompensasi sebesar 200.000 rupee untuk keluarga korban tewas dan 50.000 rupee untuk korban luka sebagai bantuan awal. Pemerintah setempat juga menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap izin usaha penginapan dan menindak pemilik yang melanggar regulasi.
Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap penyebab utama kebakaran dan untuk menentukan langkah hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab. Warga dan keluarga korban menunggu perkembangan lebih lanjut dari otoritas terkait proses identifikasi dan penanganan kompensasi.





