AS dan Iran saling serang memanas, memicu harga minyak melejit!

Jakarta, Maret.id — Rusia menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran setelah kedua negara kembali saling melancarkan serangan dalam eskalasi terburuk sejak gencatan senjata 8 April, menurut pernyataan yang dirilis pada Rabu (10/6/2026). Pernyataan itu dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia sebagai respons terhadap babak baru konfrontasi bersenjata yang memicu kekhawatiran komunitas internasional.
Respons Moskow
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan Moskow “sangat prihatin” terhadap perkembangan terbaru tersebut. Ia menilai eskalasi itu dipicu oleh apa yang disebutnya sebagai agresi tanpa provokasi dari Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Zakharova menyerukan kedua belah pihak untuk menahan diri dan segera menghentikan aksi militer. Pernyataan tersebut menekankan perlunya menghindari langkah yang dapat memperburuk situasi di kawasan.
Seruan untuk De-eskalasi
Dalam rilisnya, Moskow menegaskan pentingnya de-eskalasi di Timur Tengah dan sekitarnya untuk mencegah konflik lebih luas. Rusia juga mendesak semua aktor regional dan internasional untuk menahan diri dari tindakan yang dapat memicu permusuhan lanjutan.
Pernyataan itu mencatat bahwa stabilitas kawasan harus diprioritaskan demi keselamatan warga sipil dan keamanan energi global. Rusia menawarkan dialog diplomatik sebagai salah satu jalan untuk meredakan ketegangan.
Hubungan Rusia dan Iran
Rusia dan Iran selama ini mempertahankan hubungan strategis yang diperkuat oleh kesamaan pandangan terkait kebijakan Amerika Serikat di kawasan. Kerja sama kedua negara tercermin pada koordinasi politik dan beberapa kerangka kerja ekonomi serta militer di wilayah Asia Tengah, Afghanistan, dan Irak.
Presiden Vladimir Putin sebelumnya menegaskan bahwa hubungan dengan Teheran merupakan prioritas strategis bagi Rusia, hal yang menjadi latar bagi respons keras Moskow terhadap eskalasi baru ini. Pakta kepentingan bersama ini membuat Rusia berkepentingan kuat terhadap stabilitas dalam konfrontasi antara Teheran dan negara-negara Barat.
Dampak Regional dan Internasional
Para analis memperingatkan bahwa peningkatan serangan lintas perbatasan dapat memicu reaksi berantai dari berbagai aktor regional. Ketegangan tersebut berpotensi mengguncang pasar energi serta menambah beban diplomasi internasional yang sudah penuh tantangan.
Sejumlah negara dan organisasi internasional telah menyerukan penyelidikan dan upaya mediasi untuk mencegah konflik meluas. Namun, hingga pernyataan Moskow dikeluarkan, belum ada tanda jelas terobosan diplomatik yang dapat segera menghentikan eskalasi.
Rusia menyampaikan kesiapan untuk berperan dalam upaya de-eskalasi apabila diminta oleh pihak-pihak terkait. Pernyataan tersebut menunjukkan kecenderungan Moskow untuk menjadi salah satu pemain kunci dalam dinamika geopolitik yang semakin kompleks di kawasan.





