Iran Selesaikan Nota Kesepakatan Damai dengan AS, Pasar Minyak Waspada!

Jakarta, Maret.id — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran merupakan bukti tekad AS untuk menghormati hak-hak Iran, namun hal itu harus dibuktikan melalui implementasi di lapangan.
Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tetap siap menghadapi semua skenario selama proses perundingan berlangsung.
Hasil Konsultasi dan Peran Pemimpin Tertinggi
Menurut Pezeshkian, teks nota kesepahaman tercapai setelah diskusi intensif dan hampir seluruh anggota Majlis menyetujui rancangan tersebut.
Ia juga menekankan peran besar Pemimpin Tertinggi dalam memasukkan klausul yang dianggap penting untuk melindungi kepentingan nasional Iran.
Pezeshkian menulis pernyataan itu melalui akun X @drpezeshkian pada Selasa, 16 Juni 2026.
Dalam unggahannya ia menyampaikan penghargaan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam proses penyusunan nota tersebut.
Pengakuan Kontribusi Tokoh Politik
Pezeshkian secara khusus berterima kasih kepada Dr. Qalibaf, Araghchi, anggota Dewan Syura, serta berbagai pihak lain yang berperan dalam proses ini.
Ucapan terima kasih itu mencerminkan upaya multilapis yang melibatkan pejabat eksekutif dan legislatif Iran.
Ia menyebut bahwa nota kesepahaman lahir dari dialog berkepanjangan dan tindak lanjut yang konsisten selama beberapa bulan.
Jika seluruh ketentuan dijalankan secara benar, Pezeshkian menilai dokumen itu bisa menjadi sumber kebanggaan bagi Iran.
Tahap Penandatanganan dan Rencana Negosiasi
Pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa memorandum itu direncanakan untuk ditandatangani di Swiss pada Jumat, 19 Juni 2026.
Menurut pernyataan resmi, nota tersebut mencakup pertimbangan penghentian aksi militer di berbagai lini, termasuk upaya meredakan ketegangan di Lebanon.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan telah menyatakan secara de facto bahwa memorandum tersebut telah ditandatangani.
Dengan rampungnya memorandum, kedua pihak akan memasuki babak negosiasi lanjutan untuk mencapai kesepakatan akhir yang mencakup isu nuklir serta pencabutan sanksi terhadap Teheran.
Pezeshkian menekankan bahwa langkah ini merupakan titik penting menuju penghentian perang dan pembukaan ruang negosiasi.
Namun ia juga mengingatkan bahwa kesepakatan akhir masih belum tercapai dan membutuhkan proses lebih lanjut.
Pemerintah Iran, demikian menurut Pezeshkian, mempersiapkan diri untuk segala opsi dan menegaskan bahwa fokus utama tetap pada pelayanan kepada rakyat.
Ia mengutip semangat nasional bahwa bangsa Iran tidak akan tunduk pada penghinaan, mengingat perjuangan para syuhada yang menjadi teladan.
Proses verifikasi implementasi klausul-klausul dalam nota akan menjadi ujian bagi komitmen kedua belah pihak.
Analisis dan pengawasan internasional diperkirakan akan menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa janji-janji dalam memorandum berubah menjadi langkah nyata di lapangan.





