Tim SAR Makassar Evakuasi ABK Vietnam, Ketegangan Laut Memanas dan Perdagangan Terganggu!

Jakarta, Maret.id — Basarnas Kelas A Makassar mengevakuasi seorang Anak Buah Kapal (ABK) berkewarganegaraan Vietnam bernama Nguyen, 24 tahun, dari Kapal MV Movena karena kondisi medis serius di Perairan Kalukuang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Evakuasi dilaksanakan setelah tim kapal melaporkan keluhan sakit perut hebat disertai demam tinggi yang mengancam keselamatan jiwa pasien di tengah pelayaran.
Evakuasi Medis di Tengah Laut
Kepala Seksi dan Operasi Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyatakan tim segera bergerak saat menerima informasi medis dari koresponden kapal. “Ada kru MV Movena mengalami sakit parah di perut dan butuh evakuasi medis darurat di tengah laut,” ujar Andi Sultan.
Kapal MV Movena dilaporkan sedang berlayar rute internasional menuju Australia dari Jepang ketika insiden kesehatan terjadi. Kondisi korban membuat prosedur penanganan di atas kapal tidak memadai sehingga keputusan evakuasi medis menjadi prioritas.
Proses Evakuasi dan Perawatan
Personel Basarnas menggunakan KN SAR Kamajaya untuk melakukan intersep dan evakuasi pada Sabtu malam, 20 Juni, dan proses pemindahan pasien berjalan aman pada Minggu, 21 Juni. Korban dipindahkan ke dek KN Kamajaya untuk mendapatkan pertolongan medis pertama sebelum dibawa ke darat.
Setelah penanganan awal di kapal negara, Nguyen dibawa ke Dermaga Soekarno-Hatta dan selanjutnya diangkut dengan ambulans menuju Rumah Sakit Siloam untuk pemeriksaan dan perawatan lanjutan. Menurut Andi Sultan, semua tindakan dilakukan sesuai protokol keselamatan medis di laut.
Koordinasi Tim SAR
Operasi evakuasi dinyatakan berhasil berkat kolaborasi antara Basarnas Makassar, awak KN SAR Kamajaya, Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud), TNI Angkatan Laut, serta Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Makassar dan agen kapal. Sinergi antar instansi ini dianggap krusial untuk mempercepat respons dan memastikan kelancaran evakuasi di area perairan jauh dari daratan.
Pihak Basarnas menegaskan kesiapsiagaan unsur SAR akan terus ditingkatkan untuk menghadapi insiden medis di laut yang memerlukan respon cepat. Upaya tersebut dilakukan untuk meminimalisir risiko terhadap keselamatan awak kapal dan memastikan akses layanan kesehatan meski berada di wilayah perairan internasional atau jauh dari fasilitas medis.





