Kemlu Cari Dua ABK WNI Hilang di Perairan Korea, Ketegangan Maritim Memanas!

Jakarta, Maret.id — Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul menyatakan telah meningkatkan koordinasi dengan Penjaga Pantai Korea Selatan (Korea Coast Guard/KCG) untuk mempercepat upaya pencarian dua anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia yang dilaporkan hilang setelah kapal penangkap ikan bertabrakan dan tenggelam di perairan Busan pada 25 Juni.
Detail kecelakaan dan kondisi korban
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.10 waktu setempat di perairan sekitar Gijang, Busan, ketika kapal penangkap ikan berbobot 79 ton bertabrakan dengan kapal pengangkut LPG berbobot 992 ton. Dari delapan awak yang berada di atas kapal nelayan tersebut, terdiri atas enam warga negara Indonesia dan dua warga negara Korea Selatan, empat ABK WNI berhasil diselamatkan sementara dua ABK WNI lainnya masih belum ditemukan.
Direktorat Perlindungan WNI (PWNI) Kementerian Luar Negeri, melalui Direktur PWNI Heni Hamidah, menyatakan bahwa upaya pencarian masih berlangsung intensif. Pernyataan resmi tersebut menegaskan bahwa pihak perwakilan RI terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan otoritas setempat.
Upaya pencarian dan sumber daya yang dikerahkan
Otoritas Korea Selatan telah menurunkan sejumlah unsur SAR termasuk kapal patroli Penjaga Pantai, unsur Angkatan Laut, helikopter, kapal pemerintah, serta armada nelayan di sekitar lokasi kejadian. Pencarian melibatkan kombinasi penyisiran permukaan laut dan pencarian udara untuk meningkatkan peluang menemukan awak yang hilang.
KBRI Seoul mengonfirmasi bahwa koordinasi operasi dilakukan secara berkelanjutan dengan pihak KCG dan instansi terkait lainnya untuk memastikan sinergi dalam langkah pencarian dan keselamatan. Pihak kedutaan juga meminta informasi teknis dari otoritas Korea Selatan terkait penyebab tabrakan untuk mendukung proses investigasi.
Peran KBRI dan pendampingan keluarga
KBRI Seoul telah menjalin komunikasi intensif dengan keluarga para awak yang terdampak untuk menyampaikan perkembangan informasi secara berkala dan memberikan pendampingan konsuler. Pendampingan tersebut meliputi bantuan administrasi, informasi perkembangan pencarian, serta dukungan awal untuk kebutuhan keluarga korban.
Selain itu, KBRI menyatakan kesiapan untuk memberikan bantuan yang diperlukan, termasuk fasilitasi komunikasi, pengurusan dokumen, serta koordinasi jika diperlukan tindakan repatriasi jenazah atau rujukan medis bagi korban selamat. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan keluarga menerima informasi yang akurat dan dukungan yang memadai.
Implikasi keselamatan maritim dan tindak lanjut
Insiden ini menyoroti pentingnya penegakan keselamatan navigasi dan penerapan protokol anttabrakan di perairan yang padat lalu lintas kapal seperti wilayah Busan. Pihak berwenang Korea Selatan diperkirakan akan melakukan investigasi terhadap penyebab kecelakaan dan menilai apakah ada pelanggaran prosedur navigasi atau faktor lain yang berkontribusi.
Kementerian Luar Negeri RI juga akan terus memantau perkembangan hasil investigasi dan menindaklanjuti temuan yang berimplikasi pada perlindungan dan hak-hak ABK WNI. Koordinasi lintas negara seperti ini dinilai krusial untuk mempercepat pencarian, memastikan akuntabilitas, dan memperbaiki langkah pencegahan serupa di masa mendatang.
KBRI dan Kemlu menyatakan komitmen untuk tetap hadir dan proaktif sampai proses pencarian selesai, serta akan memberikan informasi lebih lanjut jika ada perkembangan baru. Masyarakat dan pihak terkait dihimbau menunggu konfirmasi resmi dari otoritas setempat dan perwakilan Indonesia mengenai kondisi terkini.





