Prabowo Terima Presiden Belarusia, Bahas Energi dan Pangan, Waspada Gangguan Pasokan!

Jakarta, Maret.id — Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Alexander Lukashenko dari Belarus di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (2/7/2026). Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan pertemuan itu akan membahas penguatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Belarus di berbagai sektor.
Sugiono menyatakan kunjungan kenegaraan ini merupakan lawatan balasan setelah kunjungan Presiden Prabowo ke Belarus pada 15 Juli lalu. Pertemuan dijadwalkan melibatkan pembicaraan tingkat tinggi antara dua kepala negara serta delegasi teknis dari kedua pemerintahan.
“Pada pagi hari ini Presiden Prabowo Subianto akan menerima kunjungan kenegaraan balasan dari Presiden Alexander Lukashenko dari Belarus,” kata Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Menurut Sugiono, dari pertemuan tersebut muncul sejumlah potensi kerja sama bilateral yang akan terus dikembangkan. Beberapa bidang dipandang strategis untuk ditindaklanjuti melalui forum dialog dan perjanjian teknis.
Agenda Pembahasan
Pertemuan akan difokuskan pada agenda ekonomi dan sektor strategis seperti perdagangan, investasi, dan kerja sama teknis. Beberapa pertemuan bilateralia juga melibatkan kementerian terkait dan delegasi bisnis dari kedua negara.
Diskusi intensif direncanakan untuk mengidentifikasi langkah-langkah konkret yang dapat mempercepat kerja sama, termasuk pembentukan tim teknis gabungan. Harapannya adalah menyelaraskan program-program prioritas kedua negara agar dapat segera diimplementasikan.
EAEU CEPA dan Hubungan Bilateral
Sugiono menyebut hubungan Indonesia-Belarus memasuki fase baru menyusul penandatanganan EAEU CEPA, di mana Belarus merupakan salah satu negara yang telah meratifikasi kesepakatan tersebut. Penandatanganan ini dinilai membuka ruang dialog ekonomi yang lebih terstruktur antara Indonesia dan negara-negara anggota EAEU.
“Ini menunjukkan bahwa hubungan bilateral kita memasuki satu, kalau saya boleh katakan, tahap yang baru yang lebih intensif,” ujar Sugiono. “Pada hari ini juga akan diluncurkan suatu roadmap hubungan bilateral di berbagai sektor antara Indonesia dengan Belarus,” tambahnya.
Fokus pada Ketahanan Pangan dan Energi
Salah satu fokus utama pertemuan adalah ketahanan pangan dan ketahanan energi sesuai prioritas program pemerintah Presiden Prabowo Subianto. Sugiono menyebut kerja sama akan diperkuat khususnya pada produk pertanian dan bahan baku pupuk.
“Beberapa produk pertanian dan khususnya bahan baku pupuk juga akan dikerjasamakan antara Belarus dan Indonesia,” kata Sugiono. Diskusi teknis lanjutannya diperkirakan melibatkan pertukaran data, studi kelayakan, dan kemungkinan kerja sama industri yang mendukung kebutuhan nasional.
Kunjungan kenegaraan tersebut diharapkan mendorong peningkatan volume perdagangan serta investasi bilateral dalam jangka menengah. Delegasi kedua negara juga diperkirakan akan menandatangani nota kesepahaman pada beberapa bidang prioritas untuk menindaklanjuti hasil pembicaraan.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk mengeksplorasi peluang kerja sama yang memberikan manfaat bagi ketahanan nasional dan pertumbuhan ekonomi. Sementara pihak Belarus menyatakan kesiapan memperluas kerja sama strategis dengan Indonesia sebagai mitra di kawasan Asia Tenggara.
Kunjungan Presiden Lukashenko menjadi momentum untuk mempererat hubungan diplomatik sekaligus membuka pintu bagi kerja sama praktis yang lebih luas. Perkembangan lebih lanjut akan dipantau seiring berlangsungnya pertemuan intensif selama kunjungan kenegaraan ini.





