Iran Terima 20 Su

Jakarta, Maret.id — Pabrik pesawat di Komsomolsk-on-Amur dilaporkan telah menyelesaikan produksi 20 unit pesawat tempur Su-35 yang dipesan oleh Iran, dan saat ini seluruh armada tersebut sedang menjalani pemeliharaan serta persiapan pengiriman. Pihak pabrik dan otoritas terkait masih melakukan pemeriksaan teknis sebelum pemindahan pesawat ke luar negeri.
Dokumen Bocor dan Peningkatan Kapasitas Produksi
Dokumen dan korespondensi industri pertahanan Rusia yang bocor pada akhir 2025 mengungkapkan bahwa program produksi Su-35 untuk pelanggan asing sedang berjalan. Pada Mei 2025, Direktur Jenderal United Aircraft Corporation (UAC) Vadim Badekha menyatakan bahwa kapasitas produksi sedang ditingkatkan untuk memenuhi permintaan yang meningkat.
Peningkatan kapasitas produksi diperkirakan akan berdampak pada distribusi pesawat untuk Angkatan Udara Rusia. Analis menyebutkan pengiriman domestik dapat berkurang selama dua hingga tiga tahun untuk memenuhi kontrak ekspor besar.
Rincian Pesanan dan Logistik Pengiriman
Dokumen pemerintah yang beredar menunjukkan bahwa Kementerian Pertahanan Iran memesan total 48 unit Su-35 dalam beberapa tahap pengadaan. Iran sebelumnya mengonfirmasi adanya pembelian pesawat tempur dari Rusia, namun tidak merinci jumlah unit secara resmi.
Proses pelatihan dan adaptasi sudah dimulai lebih awal melalui pengiriman pesawat latih Yak-130 sejak September 2023. Pesawat latih tersebut diperkirakan dimanfaatkan untuk mendukung pelatihan pilot Iran, baik di dalam negeri maupun lewat program pelatihan bersama di Rusia.
Rencana pengiriman Su-35 disebut-sebut dapat dimulai pada 2026, namun proses itu menghadapi hambatan infrastruktur. Pangkalan Udara Hamadan dilaporkan mengalami kerusakan dan sedang menjalani rekonstruksi sehingga menerima armada baru memerlukan penyiapan fasilitas yang memadai.
Sebelum kedatangan unit Su-35, Iran juga diperkirakan akan menerima simulator penerbangan canggih untuk mempercepat kesiapan awak. Pihak terkait sedang mempersiapkan fasilitas pelatihan dan logistik pendukung lain yang diperlukan untuk mengoperasikan jet generasi lanjutan tersebut.
Pesanan Tambahan dan Varian yang Diincar
Selain Su-35, ada indikasi pemesanan 12 unit Su-30SM2 bekas pakai yang direncanakan mulai dikirim dari unit garis depan Rusia pada pertengahan 2027. Varian Su-30SM2 dinilai memiliki biaya operasional lebih rendah dan dianggap cocok untuk misi serangan serta pelatihan awak.
Su-30SM2 menggunakan mesin dan avionik yang relatif serupa namun merupakan platform yang lebih sederhana dibanding Su-35, sehingga menawarkan kompromi antara kemampuan dan biaya. Di sisi lain, Iran juga dilaporkan menunjukkan minat terhadap pesawat tempur generasi kelima Su-57, namun antrean produksi yang panjang membuat kemungkinan pengiriman baru realistis mendekati 2030.
Dampak pada Kapabilitas Angkatan Udara Iran
Pengadaan armada tempur baru menjadi langkah strategis bagi Angkatan Udara Iran yang selama ini masih mengoperasikan sejumlah pesawat era lama seperti F-5E dan F-4E. Keberadaan armada modern dipandang penting untuk meningkatkan tingkat kesiapan dan efektivitas operasi udara Iran di kawasan.
Su-35 memiliki radius operasi yang dilaporkan mendekati 2.000 kilometer dan kemampuan untuk lepas landas serta mendarat dari landasan pendek atau lapangan darurat. Karakteristik tersebut dinilai dapat memperluas jangkauan operasional sekaligus mengurangi kerentanan armada terhadap serangan terhadap pangkalan udara.
Dalam beberapa operasi militer terkini di kawasan Timur Tengah, pesawat-pesawat lawas Iran tetap berperan aktif sehingga meningkatkan kebutuhan akan platform yang lebih modern. Kedatangan armada Su-35 diharapkan memperkuat kemampuan tempur dan fleksibilitas pengaturan operasi udara Iran, namun juga menimbulkan perhatian geopolitik terkait keseimbangan militer regional.





