Prabowo Bertemu 3 Mantan PM Thailand Memanas Ketegangan Investasi dan Pengelolaan Aset!

Jakarta, Maret.id — Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan tiga mantan Perdana Menteri Thailand, yaitu Thaksin Shinawatra, Yingluck Shinawatra, dan Paetongtarn Shinawatra, di Gedung Danantara, Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Pertemuan di Gedung Danantara
Pertemuan berlangsung dalam suasana yang menurut pihak istana hangat dan penuh keakraban.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa pertemuan itu menjadi wadah dialog terbuka antara kepala negara dan tokoh-tokoh internasional.
Agenda dan Pembahasan
Pembicaraan difokuskan pada peluang investasi, strategi pengelolaan aset, dan pengembangan ekonomi nasional yang berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.
Teddy menyampaikan bahwa Thaksin, yang saat ini tercatat sebagai anggota Dewan Penasihat Danantara, memberikan sejumlah masukan strategis kepada Presiden dan pimpinan Danantara.
Peran Tokoh Internasional
Menurut keterangan resmi, Thaksin Shinawatra memberikan masukan teknis terkait penguatan investasi dan tata kelola aset.
Sementara Yingluck dan Paetongtarn hadir sebagai bagian dari delegasi yang turut bertukar pandangan mengenai hubungan ekonomi regional dan potensi kerja sama bilateral.
Teddy Indra Wijaya menyatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat jejaring persahabatan antarnegara.
“Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban sebagai wujud eratnya persahabatan yang telah terjalin sejak lama,” ujarnya.
Pihak istana menilai dialog semacam ini membuka ruang bagi pertukaran gagasan dan pengalaman antar pemimpin.
Menurut Teddy, komunikasi intens dengan tokoh dunia menjadi strategi untuk memperluas kerja sama internasional Indonesia.
Kehadiran Pimpinan Danantara
Pertemuan juga dihadiri jajaran pimpinan Danantara, termasuk Group CEO Rosan Roeslani, Chief Operating Officer Dony Oskaria, dan Chief Investment Officer Pandu Sjahrir.
Kehadiran pimpinan korporasi itu menunjukkan fokus diskusi tidak hanya pada aspek diplomasi politik, tetapi juga sinergi ekonomi dan investasi.
Sumber dari pihak penyelenggara menyebut diskusi menekankan peluang kolaborasi antara pemangku kepentingan publik dan swasta.
Topik yang diangkat mencakup langkah konkret untuk menarik investasi asing dan penguatan kapasitas pengelolaan aset nasional.
Pemerintah Indonesia, menurut Teddy, terus mendorong dialog lintas negara untuk memperkokoh posisi Indonesia di tengah dinamika global.
Upaya memperluas kerja sama dinilai penting untuk menopang pemulihan dan percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.
Pertemuan di Gedung Danantara juga dipandang sebagai momentum mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan figur-figur penting dari Thailand.
Para peserta menilai adanya potensi sinergi yang dapat dikembangkan melalui proyek investasi dan program pertukaran pengalaman.
Diskusi yang berlangsung disebut tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga strategis untuk jangka menengah dan panjang.
Dalam pernyataannya, Teddy menekankan nilai pertukaran gagasan sebagai modal memperkuat kebijakan ekonomi domestik.
Kepala negara, menurut pihak istana, menyambut baik masukan dan ide-ide yang disampaikan selama pertemuan.
Langkah lanjutan berupa penjajakan kerja sama dan tindak lanjut teknis dilaporkan akan diatur oleh pihak terkait dalam beberapa waktu mendatang.
Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian dialog internasional yang dijalankan pemerintah untuk membuka peluang investasi.
Analisis lebih lanjut mengenai dampak konkret pertemuan diperkirakan akan muncul seiring proses kajian dan negosiasi antar pihak.





