PM Inggris Andy Burnham Memanas Ketegangan Atlantik, Pasar Energi Global Anjlok!

Jakarta, Maret.id — Andy Burnham resmi menjadi Perdana Menteri Britania Raya pada 20 Juli 2026 setelah terpilih sebagai pemimpin Partai Buruh, menggantikan Keir Starmer yang sebelumnya memimpin partai tersebut. Keputusan ini menandai kembalinya Burnham ke panggung nasional setelah dikenal luas sebagai Wali Kota Greater Manchester dan figur populer di kawasan utara Inggris.
Profil singkat Andy Burnham
Andy Burnham lahir di Liverpool pada 7 Januari 1970 dan dibesarkan di Leigh, Greater Manchester, dalam keluarga kelas pekerja. Ia menempuh pendidikan menengah di St Aelred’s Roman Catholic High School dan melanjutkan studi Bahasa Inggris di Universitas Cambridge, tempat ia meraih gelar sarjana.
Pria yang kini berusia 56 tahun ini sudah lama aktif di dunia politik dan memiliki rekam jejak di parlemen serta pemerintahan pusat. Ketertarikannya pada isu-isu sosial dipengaruhi oleh pengalaman masa kecil dan pengamatan terhadap dampak kebijakan ekonomi terhadap komunitas lokal.
Awal karier dan kiprah di Westminster
Burnham pertama kali terpilih sebagai anggota parlemen (MP) untuk daerah pemilihan Leigh pada Pemilu 2001. Sejak saat itu ia menempati berbagai posisi penting baik di pemerintahan maupun dalam jajaran bayangan Partai Buruh.
Di antara jabatan yang pernah diembannya adalah Parliamentary Under-Secretary of State di Home Office pada 2005–2006, serta Minister of State di Department of Health pada 2007–2008. Ia juga pernah menjabat Secretary of State for Culture, Media and Sport pada 2008–2009 dan Secretary of State for Health pada 2011–2015.
Selain peran kabinet, Burnham memegang sejumlah posisi dalam tim bayangan seperti Shadow Chief Secretary to the Treasury, Shadow Education Secretary, Shadow Health Secretary, dan Shadow Home Secretary. Pengalaman panjangnya di berbagai portofolio memberikan modal politik yang kuat ketika ia berpindah fokus ke pemerintahan lokal.
Periode sebagai Wali Kota Greater Manchester
Pada 2017 Burnham meninggalkan kursi Westminster untuk maju sebagai Wali Kota Greater Manchester, langkah yang dianggap sebagai titik balik kariernya. Ia memenangkan pemilihan pada Mei 2017 dan berhasil mempertahankan jabatan tersebut dalam pemilihan berikutnya.
Selama memimpin Greater Manchester, Burnham mendorong integrasi sistem transportasi serupa model London dan memperluas kebijakan transportasi publik. Kebijakan-kebijakan ini mencakup pengembalian layanan bus ke kendali publik dan penerapan batas tarif untuk meringankan beban biaya hidup warga.
Popularitas dan peran selama krisis
Popularitas Burnham semakin menanjak saat pandemi COVID-19 ketika ia kerap mengkritik pemerintah pusat terkait dukungan untuk wilayah Greater Manchester. Sikap vokal tersebut membuatnya mendapat julukan “King of the North” sebagai simbol ketegasan regional terhadap dominasi kebijakan pusat di Westminster.
Kepemimpinannya juga ditandai upaya desentralisasi dan advokasi peningkatan layanan publik bagi komunitas lokal, yang memperkuat daya tarik politiknya di luar panggung nasional. Pengalaman tersebut kian memperkokoh klaimnya sebagai tokoh yang memahami tantangan wilayah non-London.
Implikasi politik dan tantangan ke depan
Kenaikan Burnham ke kursi Perdana Menteri membuka babak baru politik Inggris dengan perhatian khusus pada hubungan antara pusat dan daerah. Ia dihadapkan pada harapan yang tinggi untuk merealisasikan janji-janji peningkatan layanan publik dan pemerataan pembangunan.
Tantangan besar yang menantinya meliputi kebijakan ekonomi pasca-pandemi, pengelolaan anggaran publik, serta konsolidasi dukungan partai di parlemen. Keberhasilan atau kegagalannya dalam menyeimbangkan tuntutan nasional dan aspirasi regional akan menjadi penentu popularitas pemerintahan yang baru ini.
Andy Burnham kini memikul tanggung jawab untuk menerjemahkan pengalaman lokalnya menjadi kebijakan nasional yang efektif, sambil mengelola dinamika internal Partai Buruh dan ekspektasi publik yang luas. Perjalanan politiknya dari Liverpool ke Downing Street mencerminkan perubahan lanskap politik Inggris yang terus berkembang.





