Dunia

Trump Mengusulkan Infantino Pimpin PBB, Memanas Ketegangan Diplomatik!

Jakarta, Maret.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump diberitakan mempertimbangkan Presiden FIFA Gianni Infantino sebagai calon pengganti Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres yang masa jabatannya akan berakhir pada Desember 2026. Klaim tersebut muncul dari pernyataan yang dikatakan berasal dari orang-orang dekat Trump, dan memicu perdebatan tentang kelayakan seorang pemimpin organisasi olahraga dunia menempati posisi diplomatik tertinggi di PBB.

Isu pengajuan nama Infantino

Menurut pihak yang mengaku dekat dengan Trump, sang presiden menilai Infantino “dihormati oleh semua orang di seluruh dunia” dan memiliki kemampuan untuk menyatukan orang. Sampai saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Gianni Infantino terkait minat atau kesiapan menerima jabatan tersebut jika dia dicalonkan.

Informasi itu menimbulkan tanda tanya tentang mekanisme pencalonan karena tradisi jabatan Sekretaris Jenderal PBB umumnya diisi tokoh berpengalaman di bidang politik atau diplomasi internasional. Calon Sekretaris Jenderal harus melalui proses persetujuan Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara dan kemudian dipilih oleh Majelis Umum.

Persahabatan dan penghargaan kontroversial

Hubungan antara Trump dan Infantino dipandang dekat setelah Infantino menyerahkan penghargaan perdamaian dari FIFA kepada Trump pada Desember 2025. Penghargaan itu diberikan setelah Trump beberapa kali mengklaim layak menerima hadiah perdamaian atas upayanya meredakan sejumlah konflik internasional.

Kedekatan keduanya juga menjadi sorotan publik selama Piala Dunia FIFA yang berlangsung di AS, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Interaksi antara figur politik dan pemimpin badan olahraga internasional memicu diskusi mengenai batasan pengaruh politik pada keputusan organisasi olahraga.

Kontroversi keputusan FIFA dan campur tangan politik

Sebelum babak 16 besar Piala Dunia, FIFA secara tiba-tiba menangguhkan hukuman satu pertandingan terhadap penyerang Timnas AS, Folarin Balogun, sebuah langkah yang kemudian dikaitkan dengan intervensi politik. Trump menyatakan bahwa ia secara pribadi menelepon Infantino untuk meninjau hukuman tersebut, dan menilai keputusan awal itu tidak adil.

Reaksi atas insiden ini datang dari badan pengatur sepak bola Eropa, UEFA, yang mengutuk keputusan FIFA dan menilai keterlibatan Trump sebagai bentuk campur tangan politik yang belum pernah terjadi sebelumnya. Infantino membantah memiliki peran dalam keputusan terkait hukuman pemain tersebut, sementara Timnas AS akhirnya tersingkir setelah kalah 4-1 dari Belgia.

Proses dan tantangan calon non-diplomat

Pemilihan Sekretaris Jenderal PBB adalah proses kompleks yang didominasi pengaruh Dewan Keamanan, khususnya anggota tetapnya yang memiliki hak veto. Sejauh ini, semua orang yang pernah memangku jabatan tersebut berasal dari latar belakang politik atau diplomasi, sehingga pencalonan figur dari dunia olahraga akan menghadapi hambatan besar dalam hal legitimasi dan dukungan politik.

Posisi Sekretaris Jenderal tidak sekadar seremonial karena pemegang jabatan bertindak sebagai wakil utama PBB di panggung global dan kerap menjadi mediator dalam isu-isu internasional yang sensitif. Setiap calon diharapkan memiliki rekam jejak pengalaman diplomatik, jaringan hubungan antarnegara, dan pengakuan di kalangan komunitas internasional.

Implikasi politik dan reputasi internasional

Kabar soal kemungkinan pengajuan nama Infantino menimbulkan kekhawatiran tentang politisasi lembaga internasional apabila pencalonan tersebut benar-benar digaungkan oleh pejabat negara besar. Langkah semacam itu dapat memicu perdebatan di forum internasional mengenai independensi organisasi multilateral seperti PBB.

Sementara itu, sejarah penunjukan by-political-appointment dalam pemerintahan AS memperlihatkan bahwa figur dari dunia hiburan dan olahraga pernah diangkat ke posisi pemerintahan sebelumnya. Di sisi lain, persyaratan formal dan dinamika geopolitik Dewan Keamanan menjadi penghalang utama bagi calon yang bukan diplomat profesional.

Kabar ini masih berupa laporan dan klaim yang beredar di lingkaran tertentu serta belum mendapat konfirmasi resmi baik dari Gedung Putih maupun dari Kantor Presiden FIFA. Publik internasional dan komunitas diplomatik diperkirakan akan terus mengamati perkembangan jika isu ini berlanjut menjadi wacana formal menuju pemilihan Sekretaris Jenderal pada akhir tahun.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button