Dino Patti Djalal Desak Perubahan Iklim, Waspada Guncangan Ekonomi Global!

Jakarta, Maret.id — Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menegaskan perubahan iklim seharusnya menjadi prioritas utama global karena berdampak langsung pada kesehatan, ekonomi, migrasi, keamanan, industri, kesejahteraan sosial, energi, dan ketersediaan air. Pernyataan itu disampaikan dalam sambutan pembukaan Indonesia Net Zero Summit (INZS) 2026 yang diselenggarakan FPCI di Jakarta pada 1 Agustus dengan tema “It’s Time to Deliver!”.
Jendela Waktu Hingga 2030
Dino mengingatkan komunitas internasional, termasuk Indonesia, memiliki jendela waktu sangat sempit hingga 2030 untuk memangkas emisi secara signifikan. Menurutnya fokus utama adalah mengurangi separuh emisi global dan mencegah kenaikan suhu permanen di atas 1,5 derajat Celsius.
Titik Kritis dan Target Emisi
Batas waktu 2030 disebut sebagai titik kritis ilmiah yang menuntut pemotongan emisi karbon global sekitar 45 persen agar pemanasan Bumi tidak melampaui ambang berbahaya 1,5 derajat Celsius. Jika target itu tidak tercapai, konsekuensinya akan memicu perubahan iklim yang lebih cepat dan merata di berbagai wilayah.
Seruan untuk Langkah Konkret Pemerintah
Dino mendesak pemerintah Indonesia mengambil langkah nyata, antara lain merealisasikan target 100 gigawatt (GW) pembangkit tenaga surya dan melindungi hutan serta lahan gambut, termasuk di wilayah Papua. Ia juga menekankan pentingnya pengembangan pasar karbon dan penguatan diplomasi iklim Indonesia dalam forum-forum multilateral.
Dino menyatakan bahwa pembuktian operasionalnya 100 GW akan meningkatkan kepercayaan investor dan arus dana berorientasi lingkungan seperti ESG. “Jika kita dapat membuktikan bahwa 100 gigawatt itu hidup, berjalan dengan baik, dan beroperasi, maka kepercayaan investor dan dana ESG akan mengalir ke Indonesia,” ujarnya.
Normalisasi Cuaca Ekstrem
Pembicara tersebut memperingatkan bahwa cuaca ekstrem berpotensi menjadi kondisi normal dalam beberapa dekade mendatang jika tidak ada tindakan cepat. Ia menegaskan bahwa peningkatan suhu hingga tiga derajat akan membawa dampak permanen yang sulit dibalik.
Dino memperingatkan bahwa kenaikan suhu global tidak hanya soal statistik, tetapi akan mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan kepentingan dasar manusia. “Tidak peduli dari mana Anda berasal, begitu Anda memasuki dunia dengan kenaikan suhu tiga derajat, kita akan terjebak dengannya selamanya. Kita semua menderita,” katanya dalam forum tersebut.
INZS 2026 dirancang sebagai platform untuk mendorong implementasi kebijakan dan aksi nyata dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil. Forum ini juga menjadi wadah pertukaran kebijakan serta inisiatif inovatif yang bisa mempercepat transisi energi bersih.
Penyelenggara menekankan bahwa upaya iklim tidak dapat berjalan sendiri oleh satu pihak saja; kolaborasi internasional dan sinergi antar-sektor diperlukan untuk mencapai target net zero. Penekanan pada aksi konkret dan pengukuran kemajuan menjadi kunci agar komitmen politik bertransformasi menjadi hasil yang nyata di lapangan.





