Oman melejitkan minyak dan gas Semester I Tahun 2026, memanas pasar energi!

Jakarta, Maret.id — Oman mencatatkan perbaikan kinerja sektor energi pada paruh pertama 2026 dengan lonjakan produksi minyak dan gas alam yang signifikan menurut data resmi pemerintah negara tersebut.
Data dari Pusat Statistik dan Informasi Nasional (NCSI) Oman yang dirilis pada 1 Agustus 2026 menunjukkan adanya peningkatan yang nyata di kedua subsektor tersebut.
Kenaikan Produksi Minyak dan Gas
Hingga akhir Juni 2026, akumulasi produksi minyak mentah Oman mencapai 198,01 juta barel, naik dari 179,05 juta barel pada semester I-2025.
Rata-rata produksi harian melonjak menjadi sekitar 1,09 juta barel per hari, dibandingkan 989,2 ribu barel per hari pada periode yang sama tahun lalu.
Kilang dan Perdagangan Ekspor
Kondisi tersebut diperkuat oleh penguatan harga komoditas: harga rata-rata minyak mentah Oman tercatat naik 9,4 persen menjadi 80,9 dolar AS per barel.
Kombinasi kenaikan volume dan harga mendorong peningkatan pendapatan, sementara volume ekspor minyak mentah tercatat meningkat tipis 2,4 persen menjadi 155,22 juta barel selama enam bulan pertama 2026.
Pasokan Gas dan Ketahanan Energi
Di sektor gas, total pasokan yang mencakup produksi domestik serta pemenuhan melalui impor mencapai 29,54 miliar meter kubik pada semester I-2026, meningkat dari 27,69 miliar meter kubik setahun sebelumnya.
Kenaikan pasokan gas ini dipandang dapat memperkuat ketahanan energi domestik Oman serta mendukung kebutuhan bahan baku industri dan elektrifikasi yang menjadi penggerak ekonomi nasional.
Dampak Ekonomi dan Prospek
Peningkatan output dan harga energi memberi ruang fiskal lebih besar bagi pemerintah Oman untuk mengelola anggaran dan investasi infrastruktur, meski tantangan diversifikasi ekonomi tetap ada.
Para pelaku pasar dan analis menilai bahwa perbaikan ini dapat menarik minat investasi sektor hulu dan hilir, asalkan kebijakan pengelolaan sumber daya dan iklim investasi terus diperkuat.
Perkembangan ini juga perlu dibaca dalam konteks dinamika pasar global yang masih rentan terhadap fluktuasi permintaan dan kebijakan produksi negara-negara produsen utama.
Pemantauan lebih lanjut terhadap realisasi produksi, kapasitas kilang, dan pergerakan harga akan menjadi indikator penting bagi pelaku pasar dan pembuat kebijakan.
Oman sejauh ini memanfaatkan momentum peningkatan produksi untuk menggenjot penerimaan ekspor sekaligus menjaga pasokan domestik, namun pengelolaan jangka panjang akan bergantung pada strategi investasi dan kerjasama regional.
Untuk saat ini, data semester pertama 2026 menandai titik pemulihan dan penguatan pada salah satu sektor andalan ekonomi Oman yang selama ini berperan penting dalam pembiayaan pembangunan nasional.





