Pemakaman lebih dari 100 korban Serangan Israel 2023 Memanas ketegangan regional!

Jakarta, Maret.id — Palestina menggelar pemakaman massal bagi lebih dari 100 korban serangan udara yang terjadi pada 2023, dengan ratusan jenazah dimakamkan di Kota Gaza pada Selasa (4/8/2026).
Pemakaman dan Jumlah Korban
Para pelayat menghadiri pemakaman di mana 112 peti mati yang diselimuti bendera Palestina diletakkan di sisi satu lokasi pemakaman, beberapa peti menampilkan foto anak-anak yang menjadi korban. Pejabat setempat menyatakan bahwa 157 orang masih dinyatakan hilang dan pencarian jenazah terkendala oleh kondisi lapangan yang rusak akibat konflik berkepanjangan.
Reruntuhan dan Hambatan Evakuasi
Menurut pernyataan otoritas Palestina, banyak jenazah tidak dapat segera dievakuasi karena terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang runtuh saat serangan berlangsung. Kondisi tersebut diperparah oleh intensitas pengeboman dan operasi darat yang dilakukan pasukan Israel di wilayah kantong Gaza yang padat penduduk.
Serangan Sabra November 2023
Otoritas setempat menyebut serangan terhadap lingkungan Sabra pada November 2023 menewaskan 308 anggota keluarga Hassayna dan Abu Sharia, termasuk puluhan wanita dan anak-anak. Mereka mengatakan jasad-jasad itu baru dapat diangkat dan dimakamkan setelah kondisi memungkinkan, meskipun upaya pencarian masih berlanjut.
Pernyataan Pejabat dan Keluarga Korban
Mahmoud Basal, juru bicara badan pertahanan sipil Gaza, menyampaikan bahwa lebih dari 150 korban belum ditemukan sejak serangan pada 2023 dan menilai peristiwa itu sebagai salah satu tragedi terbesar bagi keluarga-keluarga di Gaza. Seorang anggota keluarga korban secara emosional menyerukan agar “penindasan dan genosida ini harus diakhiri,” seraya menyebut korban termuda adalah gadis berusia satu setengah tahun.
Konteks Konflik yang Lebih Luas
Perang ini bermula dari serangan mendadak kelompok bersenjata terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan lebih dari 200 warga dinyatakan disandera. Sejak eskalasi itu, pihak berwenang Palestina melaporkan puluhan ribu warga sipil Palestina tewas dan ratusan ribu lainnya mengungsi akibat operasi militer dan blokade.
Dampak Kemanusiaan dan Tuntutan Internasional
Pemakaman massal ini menjadi pengingat nyata akan krisis kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza dan memicu seruan internasional untuk membuka akses bantuan serta menghentikan kekerasan. Berbagai organisasi kemanusiaan dan keluarga korban menuntut penyelidikan, pertanggungjawaban, dan langkah-langkah perlindungan terhadap warga sipil.
Proses Pemulihan dan Harapan Warga
Warga Gaza yang menghadiri pemakaman menyatakan duka mendalam sekaligus harapan agar kehilangan massal ini mendorong tindakan nyata untuk menghentikan penderitaan. Para tokoh lokal kembali menegaskan kebutuhan akan bantuan medis, pemulihan prasarana, serta akses yang aman untuk upaya pencarian dan identifikasi jenazah.
Pemakaman massal pada Selasa menjadi babak baru dalam rangkaian duka yang dialami masyarakat Gaza, sekaligus mempertegas tuntutan agar komunitas internasional mempercepat upaya perlindungan sipil dan solusi kemanusiaan yang berkelanjutan.





