Dunia

Pakta Pertahanan Makkah Memanas, Saudi-Turki

Jakarta, Maret.id — Perjanjian Pertahanan Makkah antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan dinilai mencerminkan pola keamanan yang pernah muncul pasca-Perang Dunia II, menurut pengamat Ayesha Siddiqa pada Kamis (13/8/2026). Siddiqa, penulis buku Military Inc dan pengamat kebijakan pertahanan, menyebut kesepakatan itu memiliki akar sejarah yang kuat dan kemiripan pola kerja sama regional yang pernah terjadi di pertengahan abad ke-20.

Latar Belakang Historis

Siddiqa menggarisbawahi bahwa konfigurasi keamanan saat ini mengulang dinamika yang terbentuk ketika Inggris mulai menarik diri dari Asia Selatan dan Timur Tengah setelah perang. Pada era 1950-an, perbedaan strategi antara India dan Pakistan ikut membentuk arsitektur keamanan kawasan, di mana India di bawah Perdana Menteri Jawaharlal Nehru memilih jalur non-blok dan hati-hati terhadap pengaruh negara-negara Teluk.

Pola Kerja Sama Militer Lama

Menurut Siddiqa, Pakistan pada dekade 1950-an dan 1960-an bergerak mendekat pada strategi Amerika Serikat dan bergabung dengan aliansi seperti SEATO dan CENTO. Pola kerja sama saat itu, ujarnya, menempatkan Pakistan sebagai penyumbang tenaga militer sementara persenjataan dan dukungan finansial banyak datang dari pihak barat.

Siddiqa menilai formula “senjata dan uang dari Barat, tenaga militer dari Pakistan” sempat menjadi dasar koalisi regional pada masa lalu. Ia menambahkan bahwa pola serupa kini muncul kembali dalam bentuk kerja sama pertahanan trilateral antara Riyadh, Ankara, dan Islamabad.

Isi dan Dampak Perjanjian Makkah

Perjanjian Pertahanan Makkah ditafsirkan sebagai kerangka kerja sama yang memperkuat hubungan keamanan antara ketiga negara di tengah perubahan geopolitik Timur Tengah. Pakistan, yang telah lama memiliki hubungan militer dengan Arab Saudi termasuk kerja sama personel dan latihan, memberi elemen operasional yang dikenal, sementara Turki membawa kapasitas industri pertahanan dan konektivitas strategisnya.

Para analis mencatat bahwa keterlibatan Turki menambah dimensi baru pada konsolidasi keamanan ini, sebab Ankara memiliki program modernisasi militer dan hubungan strategis yang luas di berbagai kawasan. Kesepakatan tersebut berpotensi mendorong integrasi koordinasi intelijen, latihan bersama, dan interoperabilitas sistem persenjataan jika diimplementasikan secara nyata.

Implikasi Regional dan Reaksi Potensial

Pengamat menilai Perjanjian Pertahanan Makkah bisa memicu respons dari aktor-aktor regional lain, termasuk India, Iran, dan Amerika Serikat, yang memantau pergeseran aliansi di kawasan. Perubahan ini juga berpeluang memengaruhi perimbangan kekuatan di Teluk, khususnya terkait isu keamanan maritim, pasokan energi, dan stabilitas politik dalam negeri negara-negara terkait.

Sementara itu, Siddiqa mengingatkan bahwa kesempatan ekonomi yang pernah terbuka bagi India pada pertengahan abad lalu—ketika mata uang India banyak dipakai di negara-negara GCC—tidak sepenuhnya dimanfaatkan karena kebijakan luar negeri Nehru yang berhati-hati. Ia menyiratkan bahwa keputusan strategis masa lalu memiliki konsekuensi jangka panjang bagi peran negara-negara di kawasan.

Penutup: Pelaksanaan dan realitas dari perjanjian ini akan menjadi indikator utama apakah kesepakatan itu hanya bersifat simbolis atau memang mengubah arsitektur keamanan regional. Para pemangku kepentingan dan pengamat internasional kini mengawasi langkah-langkah konkret, termasuk jadwal latihan bersama, alih teknologi, dan mekanisme komando bersama, yang akan menentukan dampak jangka panjang Perjanjian Pertahanan Makkah.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button