Mark Ruffalo Menuduh Merger Warner Bros Terkait Genosida Gaza, Memanas Tekanan Diplomatik!

Jakarta, Maret.id — Paramount Global mengeluarkan kecaman keras terhadap aktor Mark Ruffalo setelah unggahan di media sosial yang menentang rencana penggabungan perusahaan itu dengan Warner Bros. Discovery dinilai mengandung istilah yang bernada anti-Semit.
Kontroversi unggahan Ruffalo
Ruffalo mengunggah kembali sebuah video lama ke akun Instagram-nya yang menampilkan Safra Catz, Chief Executive Officer Oracle, berbicara tentang pemanfaatan teknologi Oracle oleh pihak militer Israel setelah serangan 7 Oktober 2023.
Dalam keterangan unggahannya, aktor Hollywood itu menuduh Larry Ellison, pendiri dan Ketua Oracle, sebagai contoh oligarki klasik dan mengaitkan ambisi anaknya, David Ellison, dengan upaya penggabungan Paramount dan Warner Bros. Discovery.
Isi tudingan dan reaksi publik
Dalam unggahan tersebut Ruffalo menulis bahwa apa yang ia sebut sebagai “genosida” dan “apartheid” didorong oleh sistem yang menurutnya didukung oleh Oracle, seraya mendesak pengikutnya untuk menyoroti peran Safra Catz.
Pernyataan itu memicu perdebatan luas karena menggabungkan persoalan hak asasi dan geopolitik dengan transaksi bisnis korporasi, sehingga menimbulkan keprihatinan di kalangan pelaku industri hiburan.
Tanggapan resmi Paramount
Pihak Paramount merespons dengan menyatakan prihatin atas penggunaan kiasan yang dianggap merusak nilai bisnis dan menyinggung penderitaan yang nyata.
Dalam pernyataannya perusahaan menegaskan bahwa kata-kata seperti “genosida” dan “apartheid” tidak pantas dipakai untuk menggambarkan transaksi korporasi dan bahwa mereka tidak menoleransi prasangka dalam bentuk apa pun.
Paramount menambahkan bahwa unggahan semacam itu memperuncing situasi ketika yang diperlukan adalah penahanan diri dan upaya meredakan ketegangan.
Perusahaan juga menekankan komitmennya terhadap keberagaman dan penerimaan dalam industri kreatif tanpa diskriminasi atau daftar hitam bagi para pembuat cerita dan pendongeng.
Dampak terhadap wacana merger
Isu ini menjadikan Ruffalo salah satu figur papan atas Hollywood pertama yang secara terbuka menolak rencana merger yang sempat menjadi pembicaraan di industri hiburan global.
Kritik yang mengaitkan transaksi bisnis dengan isu kemanusiaan dan geopolitik memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk kekhawatiran soal reputasi dan stabilitas negosiasi bisnis.
Konteks tokoh-tokoh yang terlibat
Safra Catz menjabat sebagai CEO Oracle, perusahaan teknologi besar yang produk dan layanannya kerap digunakan di berbagai sektor, termasuk sektor publik dan pertahanan.
Larry Ellison dikenal sebagai pendiri dan tokoh kunci Oracle, sedangkan David Ellison dikenal sebagai produser film dan pendiri Skydance Media yang namanya sempat dikaitkan dengan upaya investasi di sektor hiburan.
Permasalahan ini menunjukkan bagaimana pernyataan di ruang publik dapat berdampak pada dinamika korporasi dan opini publik, terutama ketika menghubungkan keputusan bisnis dengan isu-isu sensitif internasional.
Para pengamat menyatakan bahwa upaya merger antar perusahaan besar akan terus dipantau dari sisi regulasi, tata kelola, dan reaksi pemangku kepentingan hingga ada kepastian langkah selanjutnya.





