Dunia

Banjir Bandang Nepal Menewaskan 160 Orang dan 590 Lebih Hilang, Memanas!

Jakarta, Maret.id — Upaya penyelamatan di Nepal terus berlangsung setelah banjir bandang yang menghantam wilayah pegunungan menewaskan lebih dari 160 orang dan menyebabkan ratusan lainnya dilaporkan hilang.

Otoritas Pariwisata Nepal menyatakan jumlah wisatawan yang belum ditemukan mencapai sekitar 590 orang berasal dari 29 negara berbeda.

Data awal menyebutkan para korban hilang termasuk wisatawan asing dari sejumlah negara seperti India, Malaysia, Inggris, dan Amerika Serikat.

Lima warga negara Jepang juga dilaporkan belum dapat dihubungi pasca-bencana tersebut.

Evakuasi dan Pencarian Korban

Tim penyelamat lokal dan petugas darurat terus melakukan pencarian di lokasi terdampak, dengan prioritas evakuasi dan pendataan warga yang terdampak.
Operasi dilakukan di medan yang sulit akibat aliran air dan material longsor yang merusak akses jalan dan infrastruktur.

Pihak berwenang juga bekerja sama dengan komunitas lokal untuk memetakan lokasi pengungsi sementara dan titik-titik kritis pencarian.
Pencarian diperkirakan akan berlangsung berhari-hari karena kondisi medan yang menantang dan potensi cuaca buruk.

Warga Asing dan Respons Kedutaan

Beberapa pemerintah asing sudah mengidentifikasi warganya sebagai korban atau orang hilang, sementara keluarga menunggu informasi lebih lanjut.
Politikus Jepang Sanae Takaichi melalui unggahan di media sosial meminta siapa saja yang memiliki informasi terkait lima warga Jepang yang hilang agar menghubungi Kedutaan Besar Jepang di Kathmandu.

Kedutaan Jepang di Kathmandu menyatakan pihaknya belum berhasil menghubungi kelima orang tersebut dan telah meminta otoritas setempat untuk melakukan pencarian intensif.
Pihak kedutaan juga mengimbau keluarga dan rekan untuk memberikan data kontak terbaru guna mempercepat proses verifikasi.

Penyebab dan Dampak Infrastruktur

Banjir bandang yang memicu bencana dilaporkan dipicu oleh runtuhnya gletser yang menyebabkan Sungai Bhotekoshi di wilayah Rasuwa meluap.
Luapan sungai tersebut merusak rumah-rumah dan sejumlah infrastruktur, memperparah akses ke daerah terdampak dan menambah tantangan evakuasi.

Di daerah lain di dataran tinggi, terjadi longsor lumpur yang dilaporkan menelan korban jiwa dan menyebabkan ratusan orang hilang, menambah kekhawatiran tentang kondisi keselamatan di seluruh kawasan pegunungan.
Dampak gabungan dari runtuhan gletser dan longsor menimbulkan kebutuhan mendesak untuk bantuan kemanusiaan, peralatan penyelamatan, dan penanganan pengungsi.

Pemerintah Nepal dan lembaga terkait diminta meningkatkan koordinasi agar bantuan medis dan logistik dapat cepat tersalurkan ke titik-titik terdampak.
Masyarakat internasional serta organisasi kemanusiaan dipandang perlu mempercepat respon guna meringankan beban korban dan mempercepat proses pencarian orang hilang.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button