100 Warga China Hilang Memanas Ketegangan Diplomatik dan Risiko Investasi!

Jakarta, Maret.id — Perdana Menteri Dewan Negara China Li Qiang mengunjungi langsung wilayah terdampak banjir bandang dan longsor lumpur di Kabupaten Gyirong, Kota Shigatse, Tibet pada Kamis (27/8) untuk mengarahkan penanganan darurat.
Li tiba di lokasi atas penugasan Presiden Xi Jinping dan didampingi pejabat instansi terkait. Kunjungan tersebut berlangsung pada sore hari dan menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat meninjau respons bencana secara cepat.
Kunjungan dan Arahan Penanganan Darurat
Pejabat China menyatakan Li memberikan arahan langsung mengenai operasi penyelamatan serta upaya bantuan kepada warga terdampak. Ia juga menyempatkan diri menemui petugas penyelamat dan pengungsi yang berada di lokasi penampungan sementara.
Dalam kunjungan itu, Li menekankan perlunya koordinasi antarlembaga untuk mempercepat evakuasi dan pemulihan infrastruktur kritis. Arahan tersebut mencakup prioritas pada penyelamatan korban, keselamatan tim penyelamat, dan distribusi bantuan logistik.
Angka Korban dan Warga China Dilaporkan Hilang
Banjir bandang dahsyat terjadi pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 10.30 waktu setempat dan memicu longsor lumpur di daerah dekat perbatasan China-Nepal. Dampak peristiwa ini menyebabkan kerusakan luas dan memicu operasi penyelamatan darurat lintas batas.
Kementerian Luar Negeri China menyampaikan hampir 100 warga negaranya dilaporkan hilang di wilayah terdampak di Nepal dan pihak kedutaan di Kathmandu sedang melakukan verifikasi lebih lanjut dengan otoritas setempat. Juru bicara kementerian, Lin Jian, menyebutkan kedutaan telah mengeluarkan imbauan konsuler dan mengerahkan sumber daya untuk membantu pencarian serta evakuasi.
Penanganan Warga Asing dan Koordinasi Diplomatic
Lin menegaskan bahwa selama operasi penyelamatan, pemerintah China tidak membedakan antara warga negaranya dan warga negara asing dalam memberikan bantuan. China juga terus berkomunikasi dengan kedutaan besar negara lain yang warganya terdampak dan memberikan informasi perkembangan situasi secara berkala.
Pihak berwenang mengimbau warga China di kawasan tersebut untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman serta waspada terhadap potensi bencana susulan. Mereka diminta menghubungi kedutaan bila memerlukan bantuan, karena kedutaan menyatakan akan mengerahkan segala upaya yang diperlukan.
Dukungan dan Dampak Regional
Pemerintah China menyampaikan simpati mendalam kepada pemerintah dan masyarakat Nepal yang terdampak bencana tersebut. Pernyataan resmi juga menegaskan kesiapan Beijing untuk mendukung upaya pemulihan di wilayah yang terkena imbas.
Menurut keterangan kepolisian Nepal, hingga 27 Agustus pukul 13.30 waktu setempat, jumlah korban tewas akibat banjir bandang di Nepal telah meningkat menjadi 270 orang. Otoritas setempat masih terus melakukan operasi pencarian dan evakuasi serta memetakan wilayah terdampak untuk memperkirakan kebutuhan bantuan lanjutan.
Pemerintah daerah di sepanjang wilayah perbatasan diminta memperketat pengawasan terhadap jalur evakuasi dan memprioritaskan keselamatan warga. Sementara itu, operasi logistik dan distribusi bantuan diarahkan agar menjangkau titik-titik pengungsian yang telah didirikan di kawasan aman.





