Dunia

Suhu global tembus 1,5 derajat Celsius memanas persaingan sumber daya dan ekonomi!

Jakarta, Maret.id Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Program Lingkungan (UNEP) memperingatkan bahwa suhu global diperkirakan akan melampaui 1,5 derajat Celsius di atas tingkat praindustri dalam beberapa tahun ke depan, yang berpotensi meningkatkan risiko bencana dan ancaman kesehatan masyarakat.

Isi Utama Laporan

Laporan itu menegaskan bahwa penurunan kembali suhu hingga 1,5 derajat Celsius atau kurang pada akhir abad ini diperlukan untuk mengurangi risiko dan dampak perubahan iklim.
Menurut laporan, kebijakan yang sedang berlaku saat ini memproyeksikan pemanasan global mencapai sekitar 2,6 derajat Celsius pada 2100 jika tidak ada perubahan kebijakan serius.

Impak Kebijakan Saat Ini

Laporan memperingatkan bahwa bahkan jika seluruh negara peserta memenuhi target pengurangan emisi dan mencapai emisi nol bersih melalui penyeimbangan dengan penyerapan oleh hutan dan sistem lainnya, suhu diperkirakan tetap naik sekitar 1,8 derajat Celsius.
Kenaikan tersebut akan memperparah kejadian cuaca ekstrem, mempercepat hilangnya ekosistem, serta meningkatkan risiko bagi negara-negara kepulauan kecil.

Konsekuensi terhadap Lingkungan dan Publik

Dampak yang diantisipasi mencakup gangguan serius terhadap kesehatan manusia, ketahanan pangan, pasokan air, dan infrastruktur di berbagai wilayah.
Jika suhu global naik 3 derajat Celsius pada abad ini, gletser diperkirakan dapat kehilangan lebih dari seperempat massanya pada 2100 dan menyebabkan kenaikan permukaan laut sebesar 9 hingga 13 sentimeter.

Analisis Ahli

Profesor Richard Betts dari University of Exeter, yang turut berkontribusi dalam laporan tersebut, mengingatkan bahwa pemanasan membuat peristiwa ekstrem seperti banjir bandang di Nepal dan Tiongkok pada Agustus menjadi lebih mungkin terjadi.
“Akan tetapi kita dapat mencegah kondisi tersebut menjadi jauh lebih buruk dengan mengurangi emisi dan membatasi jumlah pemanasan,” ujar Betts.

Panggilan untuk Ambisi dan Aksi

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menekankan bahwa gelombang panas, kebakaran hutan, dan banjir mematikan merupakan hasil nyata dari pemanasan global dan menyerukan tindakan cepat untuk memperkecil serta mempersingkat pelampauan 1,5 derajat Celsius.
“Dunia membutuhkan keberanian untuk melampaui batas ambisi kita,” kata Guterres, menyerukan peningkatan komitmen dan percepatan kebijakan mitigasi.

Strategi Pengurangan dan Penghilangan Karbon

Laporan menyatakan bahwa menurunkan suhu setelah melampaui 1,5 derajat Celsius akan menuntut agar jumlah karbon dioksida yang diserap atau dihilangkan melebihi jumlah emisi yang dilepaskan ke atmosfer.
Namun, para penulis menegaskan bahwa penghilangan karbon harus menjadi langkah tambahan dan bukan pengganti upaya utama pengurangan emisi di sumbernya.

Jangka Waktu dan Tuntutan Kebijakan

Laporan itu muncul menjelang peringatan 10 tahun sejak perjanjian internasional untuk membatasi kenaikan suhu global disepakati, dan menyoroti kebutuhan mendesak bagi negara-negara untuk memperketat target nasional serta mengimplementasikan kebijakan yang nyata.
Para analis menyatakan bahwa tanpa tindakan cepat dan ambisi yang lebih tinggi, target 1,5 derajat menjadi semakin sulit dicapai dan konsekuensi sosial-ekonomi akan semakin berat bagi kelompok rentan.

Laporan UNEP menegaskan bahwa pilihan sekarang akan menentukan besaran dan durasi dampak perubahan iklim bagi generasi mendatang, sehingga menuntut sinergi kebijakan, investasi hijau, dan pengawasan pelaksanaan komitmen emisi secara konsisten.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button