Dunia

Indonesia dan Irlandia Gelar Dialog IEU

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menggelar Strategic Dialogue on Strengthening Bilateral Trade and Investment Cooperation between Indonesia and Ireland pada Jumat, 4 September 2026, di Gedung Ali Wardhana, Jakarta, untuk memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi menjelang implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Pertemuan dipimpin oleh Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian, Edi Prio Pambudi, dan dihadiri oleh Duta Besar Irlandia untuk Indonesia, Sharon Ann Lennon.

Lingkup Peserta dan Agenda

Selain pimpinan kedua delegasi, forum juga melibatkan perwakilan dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Kamar Dagang Irlandia di Indonesia, Delegasi Uni Eropa, serta Eurocham Indonesia.

Agenda utama dialog meliputi upaya identifikasi hambatan perdagangan, pemetaan komoditas potensial, dan penyusunan langkah konkret agar implementasi IEU-CEPA memberikan dampak optimal pada perdagangan barang, jasa, dan investasi.

Relevansi Sejarah dan Data Perdagangan

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Irlandia telah terjalin sejak 1984 dan pada 2026 menandai 42 tahun kerja sama bilateral.

Nilai perdagangan kedua negara tercatat mencapai USD 228,6 juta pada 2025, namun kedua pihak menilai masih terdapat ruang luas untuk ekspansi dan diversifikasi produk demi peningkatan nilai tambah.

Komitmen, Momentum, dan Tindak Lanjut

Pertemuan ini bertepatan dengan Presidensi Irlandia pada Dewan Uni Eropa periode 1 Juli hingga 31 Desember 2026, dan Irlandia menyatakan dukungan terhadap rencana penandatanganan IEU-CEPA selama masa kepemimpinannya.

Duta Besar Sharon Ann Lennon menegaskan komitmen negaranya untuk menyelaraskan semangat kerja sama tersebut dengan moto Presidensi Irlandia, serta menarik persamaan nilai antara slogan “Unity is Strength” dan semboyan nasional Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika”.

Deputi Edi Prio Pambudi menekankan perlunya melihat kerja sama lebih luas dari perdagangan barang semata dan membangun koridor ekonomi yang tangguh serta bernilai tambah tinggi dengan memanfaatkan kekuatan struktural Irlandia.

Dalam pertemuan juga disorot peluang diversifikasi ekspor, pengembangan produk bernilai tambah, serta sektor layanan digital dan ekonomi hijau sebagai area yang potensial untuk dikembangkan bersama.

Dialog strategis ditutup dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) mengenai Pengembangan Kerja Sama Ekonomi dan Bisnis untuk menerjemahkan prioritas bersama menjadi aksi nyata antara pemerintah dan dunia usaha kedua negara.

Para pihak menyepakati tindak lanjut melalui pembentukan kelompok kerja bersama yang melibatkan pelaku usaha untuk merumuskan langkah implementasi teknis dan peta jalan kerja sama jangka menengah hingga panjang.

Para pembuat kebijakan berharap inisiatif ini akan mempercepat pemanfaatan IEU-CEPA bagi kepentingan perdagangan bilateral, memperkuat iklim investasi, serta membuka peluang baru bagi pelaku usaha kedua negara di masa mendatang.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button