Pemerintah Thailand bantah Covid

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Thailand menegaskan bahwa laporan tentang wabah Covid-19 yang tidak lazim dengan gejala parah adalah tidak benar dan menyesatkan, demikian pernyataan resmi kementerian kesehatan negara tersebut. Pernyataan itu dikeluarkan menyusul beredarnya informasi di media sosial sejak akhir Agustus 2026 yang mengklaim adanya lonjakan kasus dengan gejala seperti edema paru akut dan kebutuhan ventilator yang signifikan.
Data resmi dan perbandingan tahunan
Kementerian Kesehatan Thailand menyampaikan data periode 1 Januari hingga 31 Agustus 2026 yang menunjukkan 99.691 kasus infeksi Covid-19 dengan 15 kematian, atau sekitar 0,02 persen dari total kasus. Angka ini menurut kementerian jauh lebih rendah dibandingkan jumlah kasus tahunan pada beberapa tahun terakhir yang mencapai ratusan ribu kasus.
Statistik kementerian memperlihatkan bahwa pada 2025 Thailand mencatat 614.601 kasus dan 274 kematian (0,04 persen). Sementara pada 2024 tercatat 777.730 kasus dengan 219 kematian (0,03 persen), dan pada 2023 sebanyak 618.793 kasus dengan 852 kematian (0,14 persen).
Varian yang dominan saat ini
Kementerian juga mengatakan varian Omicron NB.1.8.1 tetap dominan di Thailand per September 2026, sama seperti dominasi varian tersebut pada 2025. Menurut analisis laboratorium yang disampaikan, varian ini sejauh ini tidak menyebabkan gejala pernapasan akut yang luas pada sebagian besar pasien.
Pernyataan resmi menegaskan bahwa mayoritas kasus tidak disertai kondisi parah seperti edema paru akut dan jarang memerlukan ventilator. Otoritas kesehatan menekankan bahwa perawatan klinis masih mengikuti protokol yang sama seperti pada gelombang sebelumnya.
Pola musiman dan penjelasan pejabat
Kementerian mencatat peningkatan kasus Covid-19 biasanya terjadi selama musim hujan, bersamaan dengan kenaikan kasus infeksi saluran pernapasan lainnya. Fenomena musiman ini disebut sebagai faktor yang mempengaruhi fluktuasi kasus dan bukan indikasi munculnya jenis penyakit yang baru atau lebih parah.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Thailand, Jurai Wongsawat, menyatakan bahwa jika dibandingkan dengan data pada 2023 hingga 2025, jumlah kasus pada periode awal 2026 masih tergolong rendah. Pernyataan tersebut dimaksudkan untuk meredam kekhawatiran publik dan menegaskan kesiapan sistem kesehatan dalam memantau serta merespons perkembangan epidemiologi.
Otoritas kesehatan setempat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan dasar seperti kebersihan pernapasan dan vaksinasi yang direkomendasikan. Mereka juga mengingatkan agar informasi terkait kesehatan diperoleh dari sumber resmi untuk mencegah disinformasi yang dapat menimbulkan kepanikan.





