Dunia

China dorong BRICS jaga rantai pasok, memanas risiko gangguan perdagangan global!

Jakarta, Maret.id —Presiden China Xi Jinping menyerukan negara-negara anggota dan mitra BRICS agar menjaga stabilitas rantai industri dan pasokan di tengah gangguan pelayaran di Selat Hormuz yang dipicu oleh ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Dalam pidato yang disampaikan kepada para pemimpin dan perwakilan kelompok, Xi menekankan pentingnya peran BRICS sebagai penopang ketahanan ekonomi global.

Seruan untuk Menjaga Rantai Pasokan

Xi mengatakan BRICS harus mampu menjamin kelancaran rantai pasokan dan mengurangi kerentanan terhadap gangguan lintas-batas.
Ia menekankan perlunya langkah konkret untuk memastikan aliran barang dan energi tidak terhambat oleh gejolak geopolitik.

Memanfaatkan Akar di Pasar Berkembang

Menurut Xi, BRICS Raya harus memanfaatkan kekuatan yang berakar pada pasar negara berkembang dan terhubung dengan negara-negara Selatan Global.
Ia menilai integrasi pasar dan kerja sama ekonomi antarnegara anggota dapat memperkuat posisi kolektif di panggung internasional.

Menjunjung Keterbukaan dan Kerja Sama

“BRICS Raya harus menjunjung keterbukaan, dan kerja sama untuk keuntungan bersama dan hasil yang saling menguntungkan,” ujar Xi dalam bagian pidatonya.
Pernyataan itu menekankan bahwa pendekatan terbuka dan kolaboratif diperlukan untuk menghadapi tantangan bersama.

Xi juga mendorong pembentukan pasar yang lebih terintegrasi antaranggota guna meningkatkan efisiensi distribusi dan stabilitas pasokan.
Dia menyatakan bahwa mekanisme bersama dan kebijakan koordinasi bisa meredam dampak gangguan eksternal.

Selain itu, Xi menyoroti peran negara-negara Selatan Global dalam mendorong multipolaritas dunia.
Ia menilai bahwa dinamika global sedang bergeser ke arah yang lebih beragam dan BRICS dapat menjadi pilar penting dalam proses tersebut.

Dalam pidatonya, Xi menyerukan komitmen pada multilateralisme dan supremasi hukum internasional sebagai landasan tatanan global.
Ia menegaskan bahwa aturan internasional seharusnya disusun bersama oleh semua pihak, bukan ditentukan sepihak oleh kekuatan tertentu.

Xi juga mengingatkan bahwa konsep bahwa hanya pihak dengan “paham logika yang kuat” berhak menentukan kebenaran harus ditinggalkan.
Pandangan itu dinyatakan sebagai bagian dari upaya memperluas partisipasi dan legitimasi dalam pembuatan norma internasional.

Lebih jauh, ia meminta negara-negara Selatan Global untuk menghormati kewenangan dan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Xi menyebutkan perlunya dukungan terhadap reformasi lembaga-lembaga multilateral agar lebih efektif dan responsif terhadap tantangan zaman.

Pernyataan ini datang di tengah kekhawatiran atas dampak gangguan pelayaran terhadap pasokan energi dan perdagangan internasional.
Sejumlah analis menilai langkah-langkah bersama BRICS dapat memberikan alternatif dalam mengelola ketidakpastian pasar global.

Pesannya membuka ruang bagi diskusi lebih luas mengenai peran kelompok negara berkembang dalam memformulasikan respon kebijakan ekonomi dan politik.
Pembicaraan itu diperkirakan akan berlanjut dalam forum-forum kerja sama regional dan multilateral yang melibatkan negara-negara anggota.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button