Menko Airlangga Temui PM Kanada Dorong Investasi, Waspada Risiko Perang Dagang!

Jakarta, Maret.id — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau di sela penyelenggaraan Canada Investment Summit pertama di Toronto. Pertemuan ini berlangsung dalam rangka mempererat kemitraan ekonomi dan memperluas kerja sama perdagangan serta investasi antara Indonesia dan Kanada.
Pertemuan Tingkat Tinggi
Pembicaraan antara Menko Airlangga dan PM Trudeau menjadi momen penting setelah komunikasi tingkat kepala negara yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto dengan pihak Kanada pada Juni 2026. Kedua pejabat menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi berbagai kesepakatan ekonomi yang telah disepakati.
Penekanan pada ICA-CEPA
Salah satu fokus utama pertemuan adalah percepatan pemberlakuan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) yang proses ratifikasinya telah rampung di kedua negara. Airlangga menyambut baik selesainya ratifikasi tersebut dan menilai perjanjian itu akan membuka peluang baru bagi pelaku usaha dari kedua negara.
Potensi Kerja Sama Sektor Strategis
Dalam dialog terungkap sejumlah peluang konkret mulai dari pasokan potash untuk mendukung kebutuhan pupuk nasional hingga kerja sama di sektor minyak dan gas. Pembahasan juga mencakup penguatan rantai pasok mineral kritis yang menjadi komoditas strategis bagi transformasi industri dan transisi energi.
Indonesia juga mendorong eksplorasi kerja sama energi nuklir melalui pengembangan ekosistem Small Modular Reactor (SMR) sebagai bagian dari strategi ketahanan energi jangka panjang. Pembicaraan menunjukkan minat bersama untuk menilai aspek teknis, regulasi, serta investasi yang diperlukan untuk proyek-proyek tersebut.
Komitmen Investasi dan Dukungan Kanada
PM Trudeau menilai posisi Indonesia sebagai ekonomi terbesar di ASEAN membuat negara ini menjadi mitra strategis bagi Kanada di kawasan Indo-Pasifik. Pernyataan tersebut menggarisbawahi keinginan Ottawa untuk meningkatkan keterlibatan investasi dan kerja sama ekonomi di wilayah yang dinamis.
Airlangga menekankan kesiapan Indonesia untuk menjadi mitra strategis Kanada dan terbuka memperluas kerja sama pada sektor-sektor unggulan. Ia juga memuji penyelenggaraan Canada Investment Summit sebagai indikasi komitmen Kanada dalam menggalang investasi global.
Koordinasi dan Implementasi
Duta Besar RI untuk Kanada Muhsin Syihab menyatakan akan mengawal tindak lanjut hasil pertemuan melalui koordinasi intensif dengan otoritas setempat di Ottawa. Langkah ini ditujukan agar kesepakatan yang dicapai dapat segera diimplementasikan dan memberikan manfaat ekonomi kedua negara.
Pertemuan tersebut dipandang sebagai penanda penting menjelang peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Kanada pada tahun mendatang. Para pihak berharap momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperdalam kerja sama ekonomi, investasi, dan hubungan bilateral yang lebih luas.





