Bahan bakar menipis memanas, RS Kuwait di Gaza hanya layani pasien darurat!

Jakarta, Maret.id — Rumah Sakit Kuwait, salah satu fasilitas kesehatan terbesar di Jalur Gaza, mengumumkan akan menghentikan sebagian besar layanan medis mulai Minggu karena kekurangan bahan bakar yang mengancam operasi rumah sakit. Keputusan ini membuat rumah sakit hanya akan menerima pasien dengan kondisi darurat untuk sementara waktu.
Penghentian Layanan dan Dampaknya
Manajemen rumah sakit menyatakan bahwa penghentian layanan diberlakukan setelah menerima pemberitahuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai penghentian pasokan bahan bakar untuk fasilitas kesehatan tersebut. Layanan yang terdampak meliputi operasi bedah, pelayanan persalinan non-darurat, klinik rawat jalan, pemeriksaan pemindaian, tes laboratorium, layanan ambulans, dan transportasi pasien.
Penghentian ini diperkirakan akan mempersempit akses pasien terhadap perawatan rutin dan tindakan medis yang menyelamatkan nyawa. Rumah Sakit Kuwait memperingatkan bahwa keputusan tersebut dapat membuat ribuan warga Palestina kehilangan akses terhadap perawatan medis penting setiap harinya.
Kondisi Unit Gawat Darurat dan Prioritas Pelayanan
Meskipun banyak layanan dihentikan, rumah sakit memastikan unit gawat darurat umum dan gawat darurat persalinan tetap beroperasi untuk menangani pasien yang membutuhkan pertolongan segera. Namun, kapasitas layanan darurat juga akan sangat terbatas mengingat keterbatasan bahan bakar yang mempengaruhi penyediaan listrik dan peralatan medis.
Keterbatasan bahan bakar memaksa fasilitas kesehatan untuk membatasi prosedur elektif dan menunda tindakan medis yang dapat menunggu, sementara pasien dengan kondisi kronis seperti kebutuhan dialisis atau terapi intensif berisiko mengalami gangguan layanan. Para tenaga medis memperingatkan bahwa penundaan perawatan dapat meningkatkan angka komplikasi dan kematian, terutama di antara bayi baru lahir dan pasien kritis.
Krisis Listrik dan Kondisi Generator
Kementerian Kesehatan Gaza sebelumnya melaporkan bahwa sejumlah generator rumah sakit telah berhenti beroperasi akibat kekurangan bahan bakar, oli mesin, dan suku cadang. Kementerian juga memperingatkan bahwa generator yang masih berfungsi harus beroperasi sepanjang waktu, sehingga seluruh departemen tidak dapat memperoleh pasokan listrik secara penuh.
Situasi serupa dilaporkan terjadi di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, di mana pasokan listrik harus digilir antar gedung dan salah satu dari empat generator dinyatakan tidak dapat digunakan. Praktik penggiliran listrik ini memaksa staf rumah sakit untuk memprioritaskan peralatan yang paling vital, sementara layanan penunjang lain terpaksa dihentikan.
Tuntutan untuk Akses Bahan Bakar dan Bantuan Kemanusiaan
Pejabat kesehatan di Gaza dan organisasi kemanusiaan mendesak komunitas internasional serta pihak-pihak terkait untuk membuka jalur aman bagi pengiriman bahan bakar dan pasokan medis. Mereka menegaskan bahwa tanpa pasokan bahan bakar yang memadai, upaya penanganan krisis kesehatan akan terhambat dan korban sipil akan terus bertambah.
Organisasi kesehatan internasional diperkirakan akan meningkatkan tekanan diplomatik untuk memastikan pengiriman bahan bakar dan barang medis dapat dilaksanakan tanpa hambatan. Sumber kemanusiaan juga meminta koordinasi lebih baik agar fasilitas medis dapat menerima suplai esensial dalam waktu singkat.
Risiko Jangka Panjang bagi Sistem Kesehatan
Para ahli memperingatkan bahwa gangguan pasokan bahan bakar tidak hanya berdampak pada layanan saat ini tetapi juga dapat merusak infrastruktur medis dalam jangka panjang. Kerusakan pada peralatan yang bergantung pada generator dan terganggunya rantai pasokan obat serta suku cadang bisa memerlukan waktu lama untuk diperbaiki.
Jika pasokan bahan bakar tidak segera dipulihkan, pemulihan layanan kesehatan pasca-krisis akan menjadi lebih sulit dan biaya rehabilitasi akan melonjak. Kondisi ini menempatkan sistem kesehatan lokal pada tekanan berat yang berpotensi memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Rumah sakit, pejabat kesehatan, dan organisasi bantuan akan terus memantau situasi dan mengupayakan respons darurat sembari menuntut solusi jangka panjang untuk memastikan layanan kesehatan esensial tetap berjalan. Pihak yang berwenang diharapkan segera mengambil langkah koordinatif untuk memastikan akses bahan bakar dan kelancaran layanan medis bagi warga yang terdampak.





