Pejabat AS

Jakarta, Maret.id — Pejabat senior Amerika Serikat dan Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan pendahuluan di New York pada Minggu (20/9/2026) menjelang pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Washington. Pertemuan ini difokuskan pada isu perdagangan, ekonomi, dan kecerdasan buatan (AI) sebagai persiapan bagi pembicaraan tingkat tinggi yang dijadwalkan berlangsung pada 24 September.
Pertemuan Pendahuluan di New York
Delegasi Beijing dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri He Lifeng, sedangkan delegasi AS diwakili oleh Menteri Keuangan Scott Bessent dan Perwakilan Dagang Jamieson Greer. Wakil Menteri Perdagangan Tiongkok Li Chenggang terlihat meninggalkan kantor pusat sebuah lembaga keuangan di Manhattan setelah pertemuan, dan sempat memberikan pernyataan singkat kepada wartawan.
Li mengatakan bahwa diskusi antara kedua delegasi berlangsung dengan baik dan menegaskan komitmen untuk melanjutkan kerja sama. Ia juga mengisyaratkan kemungkinan dilanjutkannya pembicaraan pada hari berikutnya.
Isu Perdagangan dan AI Jadi Fokus
Menurut pernyataan delegasi AS, pembahasan berfokus pada perdagangan dan teknologi kecerdasan buatan, melanjutkan dialog yang sebelumnya telah berlangsung di Beijing. Kedua belah pihak menilai pertemuan ini penting untuk meredam ketegangan dan mencari jalan tengah dalam perselisihan dagang serta regulasi teknologi.
Para perwakilan menyatakan bahwa pembahasan mengenai tarif, rantai pasokan, dan akses pasar tetap menjadi prioritas, sementara isu AI ditangani sebagai bidang yang membutuhkan kerangka kerja bersama. Keterlibatan dua ekonomi terbesar di dunia dalam membicarakan governance AI dinilai sebagai langkah awal menuju standar yang lebih jelas.
Mekanisme Pemberitahuan Insiden AI
Salah satu usulan yang disampaikan oleh pihak AS adalah pembentukan “mekanisme pemberitahuan” untuk insiden AI yang cukup serius hingga berdampak pada keamanan nasional. Usulan itu sejalan dengan seruan untuk peningkatan transparansi antarkedua negara dalam pengembangan dan penerapan teknologi AI.
Delegasi AS menggarisbawahi pentingnya notifikasi dini dan komunikasi untuk mencegah eskalasi insiden teknologi yang berpotensi merugikan stabilitas regional maupun global. Sementara itu, delegasi Tiongkok menunjukkan kesiapan untuk membahas isu tersebut lebih lanjut dalam forum bilateral.
Landasan Bagi Pertemuan Kepala Negara
Hasil pertemuan pendahuluan ini dipandang sebagai landasan teknis menjelang dialog tingkat Presiden antara Donald Trump dan Xi Jinping. Selain perdagangan dan AI, agenda pertemuan puncak juga diperkirakan akan mencakup tarif, logam tanah jarang (rare earths), serta sejumlah titik gesekan lain antara kedua negara.
Para pejabat berharap bahwa pembicaraan teknis dapat memperkecil potensi konfrontasi dan membuka peluang kerja sama yang lebih konstruktif. Dengan jadwal pertemuan puncak yang mendekat, perhatian publik dan pasar global akan tertuju pada kelanjutan pembicaraan antara kedua kekuatan ekonomi tersebut.
Dalam perkembangan berikutnya, publik akan menunggu konfirmasi hasil pertemuan tingkat tinggi serta rincian lebih lanjut mengenai mekanisme kerja sama di bidang AI dan perdagangan. Pembicaraan ini berpotensi menentukan arah hubungan bilateral dan kebijakan ekonomi global dalam waktu dekat.





