Indonesia Desak Komunitas Internasional Lindungi Yerusalem, Memanas dan Mengancam Stabilitas Regional!

Jakarta, Maret.id — Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menyerukan tindakan nyata dari komunitas internasional untuk menghentikan langkah-langkah ilegal rezim Zionis Israel di Palestina dan segera melindungi status quo Kota Suci Yerusalem yang bersejarah dan sah. Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan menteri bersama Arab-Islam tentang Yerusalem yang digelar di sela-sela Sidang Ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York.
Sorotan Kondisi di Lapangan
Sugiono menyoroti memburuknya situasi di lapangan dan meningkatnya provokasi terhadap situs-situs suci di Yerusalem. Ia menyebutkan tindakan pemukim dan aparat keamanan yang kerap memicu pelanggaran di kompleks Masjid Al-Aqsa.
Sugiono menekankan bahwa perlindungan situs-situs suci harus menjadi prioritas internasional. Ia meminta penguatan dukungan terhadap Wakaf Yordania dan Perwalian Hashemite sebagai pengelola yang memiliki peran historis dan legal dalam menjaga lokasi-lokasi tersebut.
Penolakan Terhadap Perluasan Pemukiman Ilegal
Pemerintah Indonesia menentang rencana perluasan pemukiman ilegal yang dinilai mengancam keberlangsungan wilayah Negara Palestina yang berdaulat dan peluang tercapainya Solusi Dua Negara. Menurut Sugiono, aksi-aksi tersebut juga melanggar hukum internasional sebagaimana ditegaskan dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2334.
Sugiono menggarisbawahi bahwa wilayah Palestina — termasuk Yerusalem, Gaza, dan Tepi Barat — merupakan satu kesatuan realitas politik dan teritorial. Stabilitas di satu wilayah tidak akan tercapai jika pelanggaran terus berlangsung di wilayah lain.
Seruan untuk Koordinasi dan Aksi Bersama
Indonesia menyerukan agar negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam dan Liga Arab memperkuat koordinasi dan menggelar aksi kolektif sebagai respons atas langkah-langkah Israel. Salah satu langkah yang diusulkan adalah pembatasan atau pelarangan impor produk yang berasal dari pemukiman ilegal, sesuai kerangka hukum internasional dan nasional masing-masing negara.
Sugiono juga meminta perluasan kerja sama dengan mitra internasional untuk memperkuat mekanisme akuntabilitas dan penegakan hukum internasional. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga kesinambungan proses perdamaian dan mencegah klaim sepihak terhadap situs-situs suci.
Dukungan untuk Rekonstruksi dan Institusi Palestina
Indonesia mendorong dukungan berkelanjutan bagi rekonstruksi Gaza dan penguatan institusi Palestina agar mampu memberikan layanan dasar kepada warganya. Sugiono menekankan pentingnya persatuan nasional Palestina serta kelangsungan peran Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) dalam memberikan bantuan kemanusiaan.
Sugiono menegaskan perlunya membangun koalisi internasional seluas mungkin untuk mendukung terwujudnya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat. Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa seruan komunitas internasional harus diterjemahkan ke dalam langkah-langkah konkret di lapangan untuk melindungi kesucian situs-situs suci dan menghindari eskalasi lebih lanjut.





