PBB tutup Debat Umum sesi ke

Jakarta, Maret.id — Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa Khalilur Rahman menyerukan agar seluruh negara menolak menyerah dalam memperjuangkan perdamaian, menegakkan hak asasi manusia, dan mendorong pembangunan berkelanjutan dalam pidato penutupan Debat Umum sesi ke-81 Majelis Umum PBB, Senin (28/9/2026) waktu setempat.
Pesan Utama Pidato Penutupan
Rahman menegaskan pentingnya komitmen kolektif untuk tidak goyah dalam upaya perdamaian dan pembangunan yang inklusif. Ia juga menekankan perlunya menjaga prinsip-prinsip hak asasi manusia tanpa diskriminasi dan memanfaatkan transformasi teknologi demi kepentingan umat manusia.
Rahman menyerukan reformasi yang “bermakna, representatif, dan adil” untuk memperkuat mekanisme organisasi internasional. Ia meminta pemulihan kepercayaan publik melalui perbaikan yang menghasilkan dampak nyata bagi semua negara dan warga.
Fokus Isu yang Muncul di Debat
Debat Umum tahun ini mengangkat berbagai isu utama termasuk perdamaian, pembangunan, hak asasi manusia, dan reformasi PBB. Selain isu tradisional tersebut, kecerdasan buatan (AI) muncul sebagai sorotan utama setelah sebelumnya hanya menjadi topik sampingan.
Delegasi dan pembicara menyoroti kebutuhan regulasi dan tata kelola AI yang adil serta perlindungan hak dasar di tengah percepatan inovasi teknologi. Diskusi juga menyinggung bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan tanpa mengorbankan prinsip-prinsip etika.
Skala Partisipasi dan Agenda Mendatang
Sebanyak 194 delegasi mengambil bagian dalam sesi debat dengan komposisi pembicara yang mencakup 113 kepala negara dan pemerintahan, satu putra mahkota, 11 wakil presiden, tujuh wakil perdana menteri, serta 48 menteri. Format pertemuan tahun ini menampilkan beragam suara dari negara-negara besar hingga pemerintahan regional.
Debat juga menyoroti agenda pemilihan sekretaris jenderal berikutnya serta perlunya langkah-langkah reformasi agar lembaga multilateral mampu merespons tantangan global dengan lebih efektif. Pemulihan kepercayaan menjadi benang merah yang beresonansi dalam banyak pidato sepanjang sesi.
Rahman menutup pidatonya dengan seruan agar negara-negara anggota bersama-sama membangun kembali organisasi internasional yang mampu memberikan solusi nyata. Ia mengingatkan bahwa target bersama hanya bisa dicapai melalui kerja sama yang tulus dan komitmen pada prinsip-prinsip universal.
Para delegasi diharapkan membawa kelanjutan pembahasan dari sidang umum ini ke tingkat kebijakan nasional dan kerja sama bilateral. Hasil debat akan menjadi rujukan bagi pertemuan-pertemuan PBB selanjutnya serta proses reformasi yang sedang berlangsung.





