Dunia

Saudi kerahkan 100 jet tempur gempur Houthi, memanas pasar minyak!

Jakarta, Maret.id — Koalisi pimpinan Arab Saudi mengerahkan sekitar 100 jet tempur dalam operasi udara yang menargetkan kelompok Houthi di Yaman, menurut pernyataan resmi juru bicara koalisi. Serangan tersebut dilaporkan menyasar posisi di sepanjang pesisir Laut Merah hingga ibu kota Sanaa dan dimaksudkan untuk melindungi jalur pelayaran strategis di Selat Bab al-Mandeb.

Operasi Udara dan Sasaran

Mayjen Turki al-Maliki, juru bicara koalisi, menyebut operasi yang dinamai “Operation Dawn of Yemen” bertujuan mendukung pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Ia mengklaim serangan udara berhasil menghancurkan ratusan target militer Houthi dan memberikan “perlindungan udara” di kawasan strategis Selat Bab al-Mandeb.

Koalisi mengatakan ratusan anggota Houthi terdesak di wilayah Dhubab, termasuk di sekitar bandar udara, dan beberapa dilaporkan melarikan diri menyeberangi Laut Merah menggunakan perahu. Klaim itu belum dapat diverifikasi secara independen oleh pihak ketiga yang netral.

Offensif Darat oleh Pasukan Pendukung Pemerintah

Bersamaan dengan serangan udara, pasukan Giants Brigades yang bersekutu dengan pemerintah Yaman melancarkan ofensif darat dari sisi timur wilayah pesisir yang sebelumnya dikuasai Houthi. Pasukan ini mengaku berhasil memutus jalur antara Mocha dan Dhubab, sekaligus mendorong mundur posisi lawan.

Beberapa laporan menyebut pasukan Houthi mulai meninggalkan kota Mocha, meski kelompok itu membantah adanya kemunduran dan menegaskan masih mampu melancarkan serangan terhadap sasaran penting di wilayah Arab Saudi. Kondisi di lapangan tetap dinamis dan berubah cepat, dengan klaim-klaim yang saling bertentangan dari kedua pihak.

Peran Politik dan Kepemimpinan Yaman

Rashad al-Alimi, Ketua Dewan Kepemimpinan Presidensial Yaman yang didukung Arab Saudi, menyatakan operasi terbaru merupakan fase menentukan dalam upaya merebut kembali wilayah dan menegakkan otoritas pemerintahan yang diakui internasional. Pernyataan itu mencerminkan meningkatnya tekanan politik dan militer terhadap Houthi sejak eskalasi konflik.

Konteks politik domestik Yaman tetap kompleks, dengan berbagai aktor lokal seperti Southern Transitional Council (STC) yang memiliki agenda tersendiri terkait pembentukan pemerintahan di wilayah selatan. Persaingan internal ini menambah dimensi kerumitan dalam upaya rekonsiliasi dan stabilisasi nasional.

Koordinasi Saudi-UEA dan Dampak Regional

Operasi kini juga menunjukkan adanya koordinasi lebih erat antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), dua negara yang sebelumnya memiliki perbedaan kepentingan dalam konflik Yaman. Giants Brigades yang mendapat dukungan UEA dilaporkan kini bekerja sama dengan angkatan udara Saudi dalam serangan terhadap posisi Houthi di sepanjang pesisir barat Yaman.

Perubahan ini penting mengingat pada Januari lalu dilaporkan insiden di mana pesawat tempur Saudi menyerang pengiriman senjata yang diduga berasal dari UEA untuk pasukan pendukung STC, yang kemudian memicu penarikan sebagian kehadiran UEA di Yaman. Perkembangan terbaru menandai penyesuaian aliansi dan strategi di wilayah tersebut.

Aspek Internasional dan Keamanan Maritim

Pejabat Houthi menyebut adanya dukungan logistik dari jet tempur Inggris melalui operasi pengisian bahan bakar di udara untuk pesawat Saudi, klaim yang juga mendapat respons dari beberapa pemerintahan Barat yang menyatakan dukungan terhadap Riyadh untuk menghadapi serangan Houthi. Pernyataan semacam ini menyorot peran eksternal dalam konflik yang berimplikasi pada stabilitas regional.

Konflik berlangsung ketika pejabat senior dari Pakistan, Turki, dan Arab Saudi bertemu di Riyadh untuk membahas kebutuhan pertahanan Saudi menghadapi ancaman dari Houthi, setelah ketiga negara tersebut sebelumnya membentuk sebuah pakta pertahanan bersama. Mekanisme konkret pelaksanaan pakta itu masih belum sepenuhnya terungkap, tetapi pertemuan-pertemuan semacam ini menegaskan dimensi internasional dalam upaya menghadapi eskalasi.

Situasi di Selat Bab al-Mandeb menjadi perhatian utama karena jalur pelayaran itu vital bagi perdagangan internasional dan pasokan energi. Setiap gangguan di perairan tersebut berpotensi memicu dampak ekonomi dan strategi yang lebih luas, sehingga perkembangan militer di darat dan udara di pesisir barat Yaman terus dipantau oleh komunitas internasional.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button