El Nino Memanas Tekan Produksi Pangan, Harga Komoditas Anjlok!

Jakarta, Maret.id — Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan bahwa fenomena El Nino yang menguat dengan cepat berpotensi mendorong suhu permukaan laut di wilayah utama Pasifik ke level rekor dan meningkatkan risiko gelombang panas ekstrem, kekeringan, serta banjir di berbagai belahan dunia. Peringatan ini disampaikan melalui laporan Iklim Musiman Global Terkini yang menyoroti bahaya sistemik bagi sektor pertanian, ketersediaan air, dan kesehatan masyarakat.
Perkiraan Durasi dan Puncak El Nino
WMO menyatakan terdapat kemungkinan hampir 100 persen bahwa El Nino akan berlanjut hingga Februari 2027 dengan puncak yang diperkirakan terjadi sekitar Desember 2026. Proyeksi tersebut menunjukkan periode yang lebih panjang dan intens dibandingkan siklus-siklus El Nino sebelumnya sehingga menuntut kesiapsiagaan lintas sektor.
Pernyataan Pimpinan WMO
“Saat ini El Nino telah terbentuk dengan kuat dan menguat dengan cepat,” ujar Sekretaris Jenderal WMO, Celeste Saulo, dalam penjelasan publik badan cuaca dunia itu. Ia mengingatkan bahwa fenomena ini berpotensi menjadi salah satu yang terkuat sejak pencatatan dimulai pada era 1950-an.
Ancaman Rekor Suhu Laut
Untuk periode Oktober hingga Desember, WMO memperkirakan anomali suhu permukaan laut rata-rata di wilayah Nino 3.4, yang berada di bagian tengah hingga timur Pasifik khatulistiwa, dapat mencapai sekitar 3,7 derajat Celsius di atas normal. Angka tersebut, jika terkonfirmasi, akan melampaui rekor sebelumnya sebesar 2,6 derajat Celsius yang tercatat pada November 2015 hingga Januari 2016.
Dampak Pola Curah Hujan dan Suhu
WMO menegaskan bahwa El Nino kemungkinan akan menyebabkan suhu di atas rata-rata di sebagian besar wilayah dunia sekaligus mengubah pola curah hujan secara signifikan. Pergeseran pola ini berpotensi menciptakan wilayah yang lebih basah dari biasanya maupun wilayah yang mengalami keterbatasan air dan curah hujan lebih sedikit.
Wilayah yang Diperkirakan Lebih Basah
Kondisi lebih basah dari biasanya diperkirakan akan terjadi di beberapa kawasan seperti Tanduk Afrika, sebagian Asia Tengah dan Asia Timur, bagian utara Semenanjung Arab, sebagian Amerika Utara, serta wilayah tenggara Amerika Selatan. Peningkatan curah hujan di daerah-daerah ini bisa meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor jika tidak didukung sistem peringatan dini.
Wilayah yang Diperkirakan Lebih Kering
Sebaliknya, anak benua India, bagian selatan Amerika Tengah, sebagian wilayah Karibia, dan bagian barat laut Amerika Selatan diperkirakan akan mengalami kondisi lebih kering dari biasanya. Kekeringan berkepanjangan di wilayah tersebut dapat berdampak pada panen, pasokan air minum, dan ketersediaan pakan ternak.
Dampak pada Sektor Kritikal
Skenario El Nino yang kuat berimplikasi luas terhadap sektor pertanian, energi, dan kesehatan publik karena gangguan pasokan air dan meningkatnya frekuensi gelombang panas. Otoritas nasional dan pelaku industri diminta memperkuat cadangan pangan, manajemen air, serta rencana respons kesehatan untuk menghadapi lonjakan kebutuhan layanan.
Imbauan untuk Kesiapsiagaan
WMO mendorong lembaga meteorologi nasional dan pemangku kebijakan untuk meningkatkan koordinasi, memperkuat sistem peringatan dini, serta menyiapkan langkah adaptasi berbasis risiko. Langkah proaktif seperti pengelolaan sumber daya air, mitigasi kebakaran hutan, dan dukungan untuk petani dapat mengurangi dampak sosial-ekonomi.
Pemantauan dan Kolaborasi Internasional
Pemantauan berkelanjutan terhadap kondisi oseanografi dan atmosfer serta pertukaran data antarnegara menjadi kunci dalam mengantisipasi perubahan cepat. Kolaborasi internasional diharapkan memperkuat kapasitas respons di negara-negara rentan, terutama dalam menghadapi potensi bencana iklim yang bersifat lintas batas.
WMO menekankan bahwa meskipun proyeksi membawa sinyal kuat tentang peningkatan risiko, ketidakpastian tetap ada sehingga pemantauan intensif hingga beberapa bulan ke depan sangat penting. Pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat diimbau untuk memanfaatkan informasi ilmiah terkini dalam perencanaan dan pengambilan keputusan untuk meminimalkan dampak yang mungkin timbul.





