Dunia

Biaya perumahan melejit, 456 Ribu warga Australia terancam miskin!

Jakarta, Maret.id — Melonjaknya biaya perumahan dan rendahnya pendapatan rumah tangga semakin memperburuk krisis ekonomi yang melanda Australia Barat pada 2026, menurut laporan Poverty Snapshot 2026 dari Bankwest Curtin Economics Centre. Laporan itu mencatat peningkatan signifikan jumlah warga yang hidup di bawah garis kemiskinan selama lima tahun terakhir.

Tingkat kemiskinan di Australia Barat tercatat mencapai 15,1 persen dari total populasi pada 2026, naik dari 11,8 persen pada 2021. Angka tersebut setara dengan sekitar 456 ribu penduduk, termasuk hampir 99 ribu anak-anak yang menghadapi risiko hidup di bawah garis kemiskinan.

Lonjakan Jumlah Warga Terdampak

Bankwest Curtin Economics Centre menyatakan jumlah warga yang jatuh ke dalam kategori miskin meningkat sekitar 145 ribu jiwa atau naik 47 persen dalam kurun waktu lima tahun. Lonjakan ini menunjukkan tekanan ekonomi yang semakin melebar di berbagai lapisan masyarakat.

Kenaikan angka kemiskinan ini tidak merata dan memberi dampak berbeda berdasarkan kondisi rumah tangga dan lokasi tempat tinggal. Peningkatan beban hidup, khususnya biaya perumahan, menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat ke jurang kemiskinan.

Kemiskinan Ekstrem dan Beban Sewa yang Tinggi

Sekitar 180 ribu warga Australia Barat kini berada dalam kategori kemiskinan ekstrem, menurut laporan yang sama. Selain itu, lebih dari 650 ribu orang memiliki pendapatan di bawah 60 persen dari rata-rata pendapatan nasional setelah dikurangi biaya tempat tinggal.

Di Perth, rata-rata harga sewa hunian mingguan mencapai sekitar 720 dolar Australia pada Juni 2026, angka yang lebih dari dua kali lipat dibandingkan Juni 2020. Lonjakan sewa ini berkontribusi besar pada meningkatnya jumlah penyewa swasta yang terdorong ke dalam garis kemiskinan.

Lebih dari seperempat penyewa rumah di sektor swasta kini dikatakan terdorong ke dalam kemiskinan karena beban sewa yang tinggi. Kondisi tersebut memperlihatkan betapa rentannya kelompok penyewa terhadap fluktuasi pasar perumahan.

Dampak Terburuk pada Anak-anak

Anak-anak menjadi kelompok yang paling terpukul oleh krisis ini; hampir separuh anak-anak yang hidup dalam kemiskinan saat ini berada pada tingkat kemiskinan ekstrem. Angka ini meningkat tajam dibandingkan 2021, ketika rasio anak dalam kemiskinan ekstrem tercatat satu dari empat.

Laporan juga mengungkapkan rumah tangga miskin yang memiliki anak menghadapi kekurangan pendapatan rata-rata sekitar 224 dolar Australia per minggu untuk menutup kebutuhan dasar minimum. Kekurangan tersebut menunjukkan jurang kebutuhan yang cukup besar antara pendapatan aktual dan kebutuhan minimum keluarga.

Rekomendasi Kebijakan Publik

Untuk merespons kondisi ini, laporan menekankan perlunya langkah-langkah kebijakan yang cepat dan terkoordinasi dari pemerintah daerah. Rekomendasi utama mencakup perluasan ketersediaan perumahan sosial dan terjangkau serta penguatan skema bantuan sewa bagi keluarga berpendapatan rendah.

Selain itu, laporan menyerukan kebijakan yang mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga agar dapat mengejar laju kenaikan biaya hidup. Tanpa intervensi yang memadai, tekanan pada kelompok rentan diperkirakan akan terus meningkat dan meninggalkan dampak sosial jangka panjang.

Pemerintah daerah di Australia Barat diharapkan mempertimbangkan rekomendasi ini sebagai bagian dari strategi pemulihan sosial-ekonomi. Sementara itu, pemangku kepentingan di sektor perumahan juga diminta untuk bekerja sama dalam mencari solusi berkelanjutan yang dapat menahan laju kenaikan sewa dan meningkatkan akses terhadap hunian yang layak.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button