Kemlu RI Kecam Serangan Yaman

Jakarta, Maret.id — Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik di Yaman dan serangan lintas batas yang dilaporkan menargetkan sejumlah bandar udara di Arab Saudi pada pekan lalu. Pernyataan ini merujuk pada insiden yang dilaporkan terjadi di sekitar Bandara King Khalid di Riyadh pada Kamis, 8 Oktober 2026, yang disebut-sebut menimbulkan korban dan gangguan operasional penerbangan sipil.
Serangan dan Dampak terhadap Penerbangan Sipil
Laporan awal menyebut serangan lintas batas itu mengganggu operasional penerbangan dan menimbulkan risiko terhadap keselamatan warga sipil dan awak pesawat. Kemlu RI menegaskan bahwa tindakan seperti itu mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka serta meningkatkan ketidakpastian di wilayah udara sipil.
Pihak berwenang Indonesia menyoroti bahwa gangguan lalu lintas udara berpotensi memengaruhi rute penerbangan internasional dan membawa dampak luas bagi keselamatan transportasi. Pendekatan mitigasi terhadap risiko penerbangan sipil harus menjadi prioritas bersama komunitas internasional.
Reaksi Resmi Indonesia
Dalam unggahan resmi di media sosial pada Selasa, 13 Oktober 2026, Kemlu RI mengecam keras segala bentuk serangan terhadap warga sipil dan objek sipil. Pernyataan itu juga menegaskan perlunya perlindungan terhadap warga sipil dari dampak konflik bersenjata sesuai kewajiban internasional.
Kemlu meminta seluruh pihak yang terlibat menahan diri dan memastikan tindakannya sejalan dengan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional. Pernyataan tersebut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan harapan agar para korban luka segera pulih.
Seruan untuk Diplomasi dan Penghormatan Kedaulatan
Pemerintah Indonesia menekankan pentingnya dialog dan diplomasi untuk meredakan ketegangan dan mendorong penyelesaian konflik secara damai. Indonesia juga menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negara-negara di kawasan.
Kemlu mengajak komunitas internasional dan aktor terkait untuk mengutamakan upaya kemanusiaan dan menjamin akses bantuan bagi masyarakat yang terdampak. Pernyataan itu menegaskan bahwa peningkatan korban sipil dan memburuknya kondisi kemanusiaan di Yaman harus menjadi perhatian bersama.
Pernyataan resmi menutup dengan dorongan agar seluruh pihak menghentikan serangan dan aksi balasan demi mengurangi eskalasi lebih lanjut. Langkah-langkah preventif dan langkah-langkah diplomatik diharapkan dapat membuka ruang bagi proses perdamaian yang lebih konstruktif.





