Iran Tuduh Netanyahu Seret AS ke Perang Baru, Memanas Pasar Energi Global!

Wali Kota New York Zohran Mamdani (kiri) dan PM Israel Benjamin Netanyahu (kanan). (BeritaNasional/IG Mamdani/IG Netanyahu-Generated with Gemini AI)
BeritaNasional.com – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berupaya menyeret Amerika Serikat (AS) ke dalam perang baru melawan Iran demi menghindari hukuman penjara dalam kasus korupsi yang dihadapinya.
Melalui unggahan di media sosial X pada Senin (19/10/2026), Araghchi menilai Netanyahu mengutamakan kepentingan pribadinya daripada stabilitas kawasan.
Ia juga memperingatkan bahwa langkah tersebut dapat membawa konsekuensi bagi Israel maupun Presiden AS Donald Trump.
“Netanyahu sedang menyeret Amerika ke perang lain agar dirinya terhindar dari penjara,” tulis Araghchi.
Dalam unggahan lainnya, Araghchi menyindir upaya Israel sebelumnya untuk menuntaskan konflik dengan Iran.
Ia menyatakan Iran justru muncul dengan kekuatan lebih besar setelah konfrontasi tersebut.
“Terakhir kali Anda ingin ‘menuntaskan pekerjaan’, Iran justru muncul dengan kekuatan yang lebih besar,” tulisnya, seraya mengisyaratkan masih ada persoalan yang belum selesai antara kedua negara.
Trump Dukung Netanyahu Jelang Pemilu Israel
Pernyataan Araghchi muncul setelah Trump menyampaikan dukungan kepada Netanyahu menjelang pemilu Israel pada 27 Oktober 2026.
Melalui platform Truth Social, Trump memuji kerja sama dengan Netanyahu dalam menghadapi Iran. Ia bahkan menyatakan AS harus menangani persoalan tersebut sendiri jika Israel dipimpin sosok selain Netanyahu.
“Jika Israel memiliki pemimpin yang salah, siapa pun selain Bibi, Amerika harus melakukan pekerjaan ini sendiri, dan saya tidak berniat melakukannya,” tulis Trump, menggunakan nama panggilan Netanyahu.
Dukungan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Israel, dan AS. Sementara itu, Netanyahu masih menghadapi proses hukum di Israel terkait sejumlah dugaan tindak pidana korupsi.
Netanyahu Hadapi Kasus Korupsi dan Surat Perintah Penangkapan ICC
Selain perkara korupsi di dalam negeri, Netanyahu juga menjadi subjek surat perintah penangkapan yang diterbitkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada November 2024 terkait dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Tuduhan tersebut belum merupakan putusan bersalah.
Ketegangan militer antara Iran dan Israel serta AS turut memperumit situasi kawasan. Serangan militer dan aksi balasan, disertai mandeknya perundingan, membuat upaya meredakan konflik menghadapi tantangan.
Araghchi menilai keterlibatan AS dalam konflik baru justru berisiko memperluas ketidakstabilan regional. Namun, tuduhannya mengenai motif Netanyahu merupakan pernyataan dari pihak Iran dan belum dapat diperlakukan sebagai fakta yang telah terbukti.





