Sekjen Liga Arab Waspada: Gencatan Senjata Gaza Rapuh Tekan Pasar Energi!

Jakarta, Maret.id — Sekretaris Jenderal Liga Arab Nabil Fahmy memperingatkan bahwa gencatan senjata di Jalur Gaza masih rapuh dan mendesak pelaksanaan penuh resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait Palestina setelah pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di Kairo.
Pertemuan Tingkat Tinggi di Markas Liga Arab
Pertemuan berlangsung di markas besar Liga Arab di Kairo dan membahas situasi di Palestina serta dinamika konflik regional lainnya. Kedua pemimpin menekankan perlunya langkah diplomatik dan koordinasi internasional yang lebih kuat untuk meredam eskalasi.
Kondisi Humaniter di Gaza
Fahmy menyampaikan data kelam bahwa lebih dari 1.500 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober 2025, dan ia mengingatkan bahwa angka korban tersebut menunjukkan betapa rapuhnya stabilitas di kawasan. Pernyataan itu menegaskan kekhawatiran bahwa perkembangan di Gaza sedang menguji kredibilitas sistem internasional dan kapasitas badan-badan global untuk melindungi warga sipil.
Seruan untuk Pelaksanaan Resolusi DK PBB
Dalam pertemuan itu Fahmy menekankan pentingnya pelaksanaan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803 serta perlunya menjaga kesatuan wilayah Palestina yang diduduki. Ia juga menyerukan dukungan penuh terhadap Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Dekat (UNRWA) beserta mandat kemanusiaannya.
Kecaman terhadap Serangan yang Menargetkan Negara-negara Arab
Liga Arab menyatakan penolakannya terhadap serangan yang menyasar negara-negara Arab, termasuk rujukan terhadap serangan yang dikaitkan dengan Iran terhadap tetangga Arab dan aksi Houthi yang menyasar bandara serta fasilitas sipil. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa serangan lintas batas dan sasaran terhadap warga sipil merupakan ancaman terhadap stabilitas regional.
Solidaritas dengan Arab Saudi dan Keamanan Maritim
Fahmy menegaskan kembali solidaritas Liga Arab terhadap Arab Saudi dan hak negara itu untuk mempertahankan keamanan serta kedaulatannya. Ia juga menyerukan perlindungan terhadap kebebasan navigasi di Laut Merah dan Selat Hormuz sebagai prasyarat bagi keamanan perdagangan dan pasokan energi global.
Isu-Issu Regional Lainnya
Pertemuan juga membahas perkembangan terkini di Lebanon, Sudan, Suriah, dan Libya dengan fokus pada pentingnya persatuan nasional dan penguatan lembaga-lembaga negara. Kedua pemimpin menilai bahwa stabilitas jangka panjang di negara-negara tersebut memerlukan dukungan internasional yang selaras dengan prinsip kedaulatan dan rekonsiliasi internal.
Komitmen PBB terhadap Hukum Internasional
Antonio Guterres menegaskan kembali komitmennya terhadap hukum internasional dan Piagam PBB, serta menyatakan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa akan terus berkoordinasi dengan Liga Arab. Guterres menambahkan bahwa PBB siap mendukung upaya-upaya diplomatik dan kemanusiaan untuk mengatasi tantangan regional maupun internasional.
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari lawatan regional Guterres yang bertujuan memperkuat dialog antara PBB dan organisasi-organisasi regional. Para pihak berharap bahwa koordinasi yang meningkat dapat mempercepat langkah-langkah perlindungan sipil, akses bantuan kemanusiaan, dan solusi politik yang berkelanjutan.





