Biaya Perang AS vs Iran Membengkak USD 47 Miliar, Memanas Pasar Minyak!

Jakarta, Maret.id — Anggaran perang Amerika Serikat melawan Iran dilaporkan membengkak mencapai US$47 miliar menurut proyeksi terbaru Komando Pusat AS (CENTCOM) yang diserahkan Pentagon kepada Kongres.
Angka ini meningkat sekitar US$3,5 miliar dibandingkan estimasi pada awal September 2026, menurut dokumen internal CENTCOM yang dirangkum per 16 Oktober.
Proyeksi dan proses pengajuan
Proyeksi biaya terbaru disusun oleh CENTCOM dan dikirimkan ke Pentagon sebelum diteruskan ke Kongres AS pekan lalu. Penyusunan angka ini bertujuan untuk mendapatkan persetujuan pembiayaan tambahan untuk operasi-operasi yang masih berlangsung.
Rincian alokasi anggaran
Dari total US$47 miliar, porsi terbesar lebih dari US$29 miliar dialokasikan untuk mengganti amunisi yang telah terkuras, termasuk rudal pencegat sistem pertahanan udara dan bom. Hampir US$12 miliar ditujukan menutupi biaya operasional tambahan di lapangan, sementara sekitar US$6,1 miliar diperuntukkan mengganti kerugian dan kerusakan peralatan tempur.
Sejak serangkaian operasi militer yang dilaporkan dimulai pada 28 Februari lalu, Angkatan Udara AS mencatatkan pengeluaran terbesar sebesar US$7,6 miliar. Angkatan Darat AS dan Angkatan Laut AS masing-masing tercatat menyerap sekitar US$2,1 miliar dan US$1,5 miliar dalam pengeluaran hingga saat ini.
Dampak terhadap basis dan kesiapan militer
Estimasi puluhan miliar dolar itu belum memasukkan kerugian penuh akibat kerusakan yang terjadi di sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Sumber internal juga menyebut bahwa kesiapan tempur militer AS tetap berada pada tingkat siaga tinggi.
Potensi operasi lanjutan
Menurut laporan perintah militer, Pentagon telah menyiapkan opsi untuk melancarkan operasi militer skala besar dalam rentang waktu 96 jam setelah menerima instruksi resmi dari Presiden Amerika Serikat. Langkah-langkah tersebut bagian dari upaya menjaga opsi strategis bagi pembuat kebijakan di Washington.
Analisis awal menunjukkan bahwa kebutuhan penggantian amunisi dan peralatan menjadi pendorong utama kenaikan anggaran, seiring intensitas operasi dan lamanya periode keterlibatan. Kongres AS diperkirakan akan menghadapi perdebatan politik terkait persetujuan dana tambahan tersebut dalam sidang-sidang mendatang.





