Putin Dukung Solusi 2 Negara Israel

Jakarta, Maret.id — Presiden Rusia, Vladimir Putin, menegaskan komitmen Moskow terhadap solusi dua negara sebagai jalan penyelesaian konflik Israel-Palestina. Pernyataan itu disampaikan dalam sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Rusia-Afrika yang digelar di Moskow.
Penegasan Sikap Rusia
Putin menyatakan bahwa Rusia mendukung prinsip solusi dua negara yang selama ini dikenal luas di panggung internasional. Menurutnya, prinsip tersebut merupakan satu-satunya jalan yang diyakini dapat menyelesaikan persoalan Palestina secara menyeluruh, termasuk pembentukan negara Palestina yang berdaulat penuh.
Pernyataan itu menunjukkan posisi resmi Rusia dalam diplomasi internasional terkait konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina. Sikap tersebut disampaikan di hadapan delegasi negara-negara Afrika yang hadir dalam pertemuan dua tahunan tersebut.
Situasi di Gaza
Meskipun gencatan senjata dilaporkan telah berlaku di Jalur Gaza sejak Oktober 2025, kekerasan dan serangan masih dilaporkan berlangsung dari beberapa pihak. Kondisi kemanusiaan di wilayah itu dinilai masih sangat memprihatinkan akibat kerusakan infrastruktur dan terganggunya layanan dasar.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengingatkan tentang kehancuran yang meluas serta gangguan operasional fasilitas kesehatan di wilayah tersebut. Hambatan dalam penyaluran pangan dan kebutuhan pokok lainnya juga terus menjadi kendala dalam upaya bantuan kemanusiaan.
Agenda KTT Rusia-Afrika
KTT Rusia-Afrika ketiga diselenggarakan bersamaan dengan Forum Ekonomi dan Kemanusiaan pada 28–29 Oktober di Moskow. Pertemuan ini menjadi wadah bagi Rusia dan negara-negara Afrika untuk membahas isu-isu politik, ekonomi, dan kemanusiaan yang menjadi perhatian bersama.
Dalam konteks pernyataan Putin, pertemuan ini menegaskan upaya diplomatik Rusia untuk memposisikan diri sebagai aktor yang mendukung penyelesaian politik atas krisis internasional. Forum ekonomi yang menyertai KTT juga membahas kerja sama pembangunan dan bantuan kemanusiaan yang dapat memperkuat stabilitas di kawasan terkait.
Implikasi Diplomatik
Penegasan Rusia terhadap solusi dua negara dipandang sebagai upaya memperkuat posisi internasionalnya dalam proses perdamaian Timur Tengah. Langkah ini dapat menjadi pijakan bagi diskusi lebih lanjut antara para aktor internasional untuk mencari jalan keluar yang berkelanjutan bagi rakyat Palestina dan Israel.
Para pengamat menilai bahwa konsistensi pernyataan negara-negara besar di panggung global penting untuk mendorong adanya kesepakatan yang dapat diterima oleh kedua belah pihak. Situasi di lapangan masih membutuhkan tekanan diplomatik dan dukungan kemanusiaan agar upaya perdamaian memiliki peluang sukses lebih besar.





